Walau Fisik Merosot,Manusia Batiniah Kita Bisa Dibaharui

Viewed : 382 views

1 Petrus 3:4
“Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah”

Es di atas meja dapat mencair menjadi air. Air itu dapat menjadi es kembali dengan mendinginkannya… masukkan ke dalam kulkas.

Air menjadi uap jika dipanaskan. Uap dapat kembali menjadi air jika didinginkan melalui proses pengembunan.

Begitulah proses fisis di alam yang terus dapat berputar-putar secara spontan maupun oleh campur tangan manusia.

Namun ada fenomena yang tidak dapat dikembalikan ke semula, yaitu: “waktu”.

Apabila waktu dapat diulang kembali; andaikan kita dapat kembali ke masa lalu… apa jadinya?

Sang waktu bagaikan anak panah yang terbang melesat kencang dan tidak dapat dihentikan dan tak bisa dibalikkan.

Pekerjaan dapat ditunggu ataupun pekerjaan yang menunggu manusia, tetapi usia tidak dapat ditunggu-tunggu. Waktu akan terus berjalan tanpa kompromi dan umurpun bertambah terus hingga ada saatnya selesai tutup usia. Itu fakta hidup!

Uang dapat disimpan di rumah atau ditabung di Bank. Jika diperlukan, uang tersebut dapat diambil. Namun tidak demikian dengan waktu. Waktu tidak dapat disimpan sebagai cadangan usia. Begitu waktu berlalu, maka tidak dapat dikembalikan lagi.

Seiring berjalannya waktu yang begitu cepat, maka tubuh manusia akan berubah. Ada selang waktu tetentu tubuh manusia semakin baik dan kuat sejalan dengan waktu. Akan tetapi ada batasnya. Ada puncaknya, dimana melewati batas itu tubuh manusia akan semakin merosot.

Ciri-ciri yang nampak dalam kemerosotan tubuh manusia misalnya adalah daya tangkap semakin menurun. Tubuh tidak sekuat dulu lagi. Kulit berkeriput. Penampilan semakin tidak menarik. Menjadi pelupa, dan sebagainya. Makanan yang disukai juga harus dihindari dan dipantangkan atau paling tidak harus dikurangi.

Banyak orang yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa usianya memang sudah lanjut. Mereka ingin jadi muda kembali. Dalam keadaan seperti itu muncul bentuk-bentuk kekhawatiran dan ketakutan. Khawatir akan penyakit. Takut ditinggalkan. Takut tidak dihargai lagi. Takut kehilangan pengaruh. Takut mati. Inilah persoalan alami manusia berhubungan dengan berjalannya sang waktu.

Namun ada kabar baik dari firman Allah. Walaupun tubuh fisik kita merosot, tetapi bersama Allah justru semakin hari manusia batiniah kita dapat semakin dibaharui.

2 Korintus 4:16
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Pada umumnya orang melihat yang terpenting adalah penampilan fisik, tetapi Allah melihat bukan penampilan fisik kita. Allah melihat hal terpenting dalam diri manusia yaitu hati dan batinnya.

Di tengah-tengah berubahnya fisik kita ke arah yang tidak kita sukai, marilah ijinkan Tuhan memperbaharui hati dan batin kita. Kitapun juga agar ada upaya untuk itu.

Oleh kuat kuasa-Nya, mari kita belajar untuk memiliki perilaku yang semakin baik yang menjadi perhiasan indah dalam diri kita.

Selamat bekerja.
Seamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments