Seimbangkan Kebutuhan Fisik, Jiwa dan Rohani Kita

Viewed : 1,237 views

Matius 4:4
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Kita semua butuh damai. Kita butuh sejahtera. Damai sejahtera banyak diartikan sebagai terpenuhinya kebutuhan fisik. Dapat berupa uang cukup. Tubuh sehat. Pekerjaan lancar. Makanan berlimpah. Dan sebagainya. Tentu ini ada benarnya. Kita setuju.

Hanya saja, damai sejahtera tidak hanya dari terpenuhinya kebutuhan fisik semata. Ada kebutuhan jiwa. Ada kebutuhan rohani. Kita butuh Tuhan. Butuh firman-Nya.

Kehadiran-Nya menjadi kebutuhan utama kita, dan itu tidak dapat digantikan oleh cukupnya kebutuhan fisik saja. Artinya: walau kebutuhan fisik terpenuhi, namun bila kebutuhan rohani tak terpenuhi, maka sebetulnya kita belum beroleh damai yang sesungguhnya.

Ironinya, tanpa kita sadari, kita sering begitu bergiat untuk mencari-cari dan mengupayakan kebutuhan fisik tanpa lelah, tapi lupa atau abai dengan kebutuhan jiwa dan rohani kita.

Begitu bangun pagi, otak kita sudah dipenuhi dengan rencana-rencana dan kalkulasi yang berhubungan dengan kebutuhan fisik. Lupa memberi makan rohani. Lupa makanan jiwa. Kita sibuk membuat sarapan yang nikmat dengan resep-resep jitu, namun Alkitab tertutup rapi tersimpan di tempatnya. Doapun hanyalah sekedar saja tanpa makna.

Betapa royal dan betapa murah hatinya kita memenuhi kebutuhan jasmani. Sebaliknya betapa pelitnya kita memenuhi kebutuhan jiwa dan rohani kita.

Yang tepat dan baik adalah seimbangkan kebutuhan fisik, jiwa dan rohani kita. Dengan demikian:
• fisik kita sehat,
• jiwa kita sehat,
• rohani kita sehat.
Mari lakukan!

Kita butuh roti
tapi juga…
Kita butuh firman-Nya.

Mazmur 42:2
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Jared Rice on Unsplash

Comments

comments