Kebutuhan Rohani dan Jiwa

Viewed : 781 views

Mazmur 73:25-27
Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang dicari-cari oleh siapapun kita. Berbagai cara dan upaya yang dilakukan untuk memperolehnya. Ada orang yang rela melakukan apa saja dan mau membayar berapapun harganya untuk beroleh bahagia.

Sekejap rasanya bahagia itu diperoleh dan dirasakan, namun betapa sering kebahagiaan itu sirna menghilang. Sering dianggap bahwa bahagia itu sebagai pemenuhan kebutuhan jasmani saja. Oleh karena itu kebutuhan jasmanilah yang paling sering dicari, itu yang diperioritaskan.

Namun kita harus ingat bahwa jiwa kita memiliki kebutuhan yang justru lebih penting untuk dipenuhi. Kebutuhan rohani perlu diperhatikan. Jika kebutuhan jiwa dan rohani tidak terpenuhi, meskipun kebutuhan jasmani melimpah, sering hidup ini terasa hambar.

Kebutuhan rohani dan jiwa kita ada pada Allah. Pemenuhan kebutuhan rohani dan jiwa kita terletak di dalam hubungan dan relasi kita yang intim dengan Allah.

Sesungguhnya kedekatan kita dengan Tuhan yang pertama dan paling utama harus kita perhatikan, dan inilah yang sering terlupakan. Untuk itu kita perlu berkomitmen untuk dekat dan mendekat dengan Dia.

Ambillah waktu secara khusus untuk berhubungan dengan Tuhan melalui doa dan tetaplah dengar-dengaran akan firman Tuhan. Kita butuh setiap hari mendengar, membaca, mempelajari dan merenungkan firman Tuhan… dan melakukannya. Itulah kekuatan kita. Itulah sumber kebahagiaan utama kita. Mari kita dekat dengan Dia!

Sungguh benar apa kata pemazmur bahwa sesungguhnya jiwa kita merindukan Tuhan, jiwa kita seolah berkata, ”Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”

Aku merindukan Engkau ya Tuhan.

Selamat beraktifitas.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Ruben Hutabarat on Unsplash

Comments

comments