1 Korintus 3:9
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Kerap pertanyaan ketika kita berkenalan dengan seseorang adalah dia bekerja di mana. Kita juga, saat memperkenalkan diri; tak lupa kita sebutkan apa pekerjaan kita.
Ketika bertemu dengan sahabat lama, seperti dalam reuni baru-baru ini, kita bertanya, “Sekarang kamu bekerja dimana?” Dalam obrolan itu juga, salah satu pertanyaan kita misalnya, “Si Roberton bekerja di mana sekarang?”
Orang yang mau lulus dari sekolah akan berpikir bekerja di mana. Dia sibuk melihat lowongan kerja. Bahkan dalam grup WA sering ada postingan lowongan kerja. Atau sebaliknya ada yang bertanya apakah ada pekerjaan yang bisa dilamar.
Begitulah pentingnya arti pekerjaan. Sebab itu sayangilah pekerjaan kita dan tekunlah bekerja!
Rasul Paulus mengatakan bahwa dia juga bekerja. Pekerjaannya adalah menyerahkan dirinya untuk dipakai Tuhan. Paulus adalah teman sekerja Allah. Betapa pentingnya pekerjaan tersebut. Itu baginya merupakan panggilan Allah.
Di tengah kesibukan pekerjaan dan banyaknya urusan yang tak pernah habis-habisnya, apakah kita juga menjadi teman sekerja Allah?
Bagaimana pandangan kita akan pekerjaan Allah?,
• sangat pentingkah?,
• pentingkah?,
• kurang pentingkah?,
• tidak pentingkah?
Walau kita serba terbatas dan sering terasa waktu kurang panjang… begitu cepat waktu berlalu, apakah kita melibatkan diri dalam pelayanan dan pekerjaan Tuhan dalam keseharian kita?
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




