Hikmat Tuhan Membuat Kita Lebih Bijak & Berhasil

Viewed : 433 views

Amsal 16:16
Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak

Jika diteliti satu truk tanah yang diperkirakan berisi perak; berapa persen perak terisi di dalamnya? Mungkin sangat sedikit, namun tetap diupayakan mengolah gumpalan tanah itu untuk mendapatkan perak murni. Begitulah digambarkan usaha dan upaya untuk memperoleh hikmat.

Untuk apa hikmat diperoleh?

Hikmat dibutuhkan agar kita dapat menempuh pelajaran kehidupan yang sering terasa tidak bersahabat. Dengan hikmat harus dihadapi kehidupan yang sulit. Menjalani hidup tidak cukup hanya dengan pintar otak saja, tetapi perlu hikmat dan kearifan.

Sungguh senang dan beruntung orang yang cerdas otaknya. Namun ada banyak orang cerdas otaknya tetapi tidak cerdas hatinya dan tidak baik sikapnya. Orang seperti itu banyak yang hidupnya gagal.

Di sisi lain banyak yang nampak biasa-biasa saja dan mungkin tidak menonjol kecerdasannya, tetapi karena memiliki hikmat, maka dia lebih berhasil dalam hidupnya.

Tuhan adalah SUMBER HIKMAT. Hikmat datang dari Dia. Orang yang bersandar dan taat kepada-Nya akan lebih berhikmat.

Dalam Daniel 1:20, dicatat bahwa hikmat dan kecerdasan Daniel sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan pegawai lain di istana. Mungkin saja kita berkata bahwa penyebabnya adalah karena memang Daniel orang cerdas. Betul juga. Namun jika belajar dari kehidupannya, sesungguhnya hikmat Daniel merupakan buah dari ketaatan dan komitmennya kepada Tuhan.

Mari kita terus belajar taat kepada Tuhan. Ketaatan adalah bagian kita yang harus dikerjakan. Dalam ketaatan tersebut, mari berdoa agar Tuhan memberi hikmat kepada kita. Hikmat Tuhan membuat kita lebih bijak dan lebih berhasil.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments