Siapa Yesus Bagi Kita?

Viewed : 402 views

Matius 22:37
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Beberapa waktu yang lampau, ada seorang yang menulis sebuah buku berisi daftar tokoh yang memberi pengaruh kuat terhadap dunia ini.

Dalam buku tersebut, penulisnya menempatkan Tuhan Yesus berada dalam urutan ke-sekian. Bukan yang pertama. Kelas bawah. Sangat jauh di bawah sekali.

Mengapa demikian?
Secara subjektif, alasan penulis buku itu menempatkan Yesus bukan di urutan utama adalah karena dia menilai bahwa banyak orang Kristen yang tidak sepenuhnya mengikuti ajaran Yesus. Seakan Tuhan Yesus gagal menyampaikan pesan-Nya.

Benarkah demikian?

Sebenarnya tidaklah menjadi masalah mau di urutan ke berapa Tuhan Yesus dalam pandangan penulis tersebut. Mau di urutan terbawahpun Tuhan Yesus ditempatkan… tidak apa-apa. Itu kan opini orang. Sah-sah sajalah. Tidak perlu kita menyatakan tidak setuju. Tidak perlu ditanggapi.

Namun di sisi lain, bila penulis tersebut melihat bahwa memang banyak orang yang tidak sungguh-sungguh ikut ajaran Yesus, itu harus menjadi koreksi bagi kita tentunya. Karena itu baik jugalah bila buku itu dijadikan sebagai cermin dan indikator bagi kita. Bagaimana sesungguhnya dengan kita? Itu tantangan bagi kita!

Jika kita bijaksana, sesungguhnya ada makna penting yang perlu kita ambil dari buku tersebut sebagai evaluasi diri. Pernyataan penulis merupakan teguran bahwa kita memang sering gagal meneladani Yesus. Betapa kita tidak serius mengikuti ajaran-Nya.

Oleh karena itu terserah sajalah apa kata penulis buku tersebut, dan terserahlah apa kata kebanyakan orang tentang Yesus. Tepenting bagi adalah:
• Apa kata kita tetang Yesus… SIAPA Dia bagi kita?
•⁠ ⁠Di mana posisi Yesus di dalam hati kita?
•⁠ ⁠Sejauh mana kita meneladani dan menuruti apa kata Yesus sebagai bukti kasih kita kepada-Nya?
•⁠ ⁠Sejauh mana ajaran-Nya mempengaruhi hidup kita?

Diri kitalah yang seharusnya menjadi buku untuk menunjukkan SIAPA Yesus. Langkah-langkah hidup kita menjadi rangkaian kalimat demi kalimat dalam buku itu. Di urutan ke-berapa Dia dalam hidup kita?
Mari kita renungkan ini!

Biarlah Yesus menempati urutan utama dalam hidup kita. Biarlah kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, seperti kata Yesus, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas. .
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments