Yohanes 15:8
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.
Seorang petani memiliki sebuah pohon mangga yang buahnya sangat banyak dan sangat manis rasanya. Pohon itu ditanam di halaman di depan rumahnya.
Pohon mangganya itu selalu saja menjadi bahan pembicaraan orang yang lewat karena buahnya tampak menarik dan memang luar biasa dan istimewa. Kalau ada orang yang datang dan ditanya dimana rumah petani tersebut, maka orang akan menjawab, “Rumahnya itu… yang di depan rumahnya ada pohon mangga yang buahnya banyak dan rasanya enak itu”
Petani tersebut menjadi terkenal karena buah mangganya. Mangga manis itu menjadi LABEL dan menjadi ICON terhadap dirinya. Artinya kalau bicara soal mangga enak, orang langsung ingat akan dia. Manisnya buah mangga petani tersebut seakan menjadi standar dan ukuran. Bahkan ada orang berkata, “Jika ingin tahu buah mangga yang enak, cobalah buah mangga petani itu.”
Sebagian besar pohon, yang diharapkan dan diinginkan adalah buahnya. Dari buahnyalah pohon gampang dikenali. Di antara pohon sejenis, maka pohon yang buahnya paling enak akan ditandai dan jadi rebutan.
Begitulah halnya dengan manusia. Dalam interaksi dengan sesamanya, maka yang dapat menjadi perekat dan akan lama diingat adalah buah kehidupan dan perilakunya; bagaimana dia memperlakukan orang dengan kata-katanya yang membangun. Kepedulian dan rasa empati ke orang lain akan cenderung diingat. ketulusan dalam berbuat sesuatu, kesantunan ketika bertegur sapa, dan sebagainya; semua hal ini adalah buah-buah kehidupan. Bagi kita, hal itu merupakan suatu proses seumur hidup dimana kita mungkin banyak gagal juga.
Kita diingatkan untuk hidup berbuah karena hal itu adalah kerinduan dan keinginan Allah. Namun perlu diingat bahwa buah kehidupan tidak mungkin dihasilkan dengan kekuatan sendiri, tetapi ada kekuatan khusus dari Tuhan Yesus bagi orang yang merindukan hidup berbuah.
Bila ingin hidup berbuah untuk memenuhi keinginan Allah, maka akrablah dan melekatlah dengan kuat di dalam Kristus serta taatilah firman-Nya sepenuh hati.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memimpin kita dalam proses hidup berbuah. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




