Awasilah Dirimu Sendiri & Awasilah Ajaranmu

Viewed : 276 views

1 Timotius 4:16
Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Seorang guru Sekola Dasar memiliki pengalaman yang tak terlupakan. Suatu hari dia memberi PR Matematika ke murid-muridnya. Dalam PR tersebut, guru itu bertanya dengan pertanyaan: 22 – 8 = ?

Guru itu kaget. Hampir seluruh murid memberi jawaban: 30.

Guru itu heran mengapa muridnya menjawab demikian, sebab sudah diajarkan berulang-ulang tentang prinsip bagaimana berhitung; menambah, mengurang, membagi dan mengali.

Setelah diselidiki ternyata murid-muridnya mencontoh seorang murid yang terpintar di kelas. Rupanya murid yang dicontoh ini kurang teliti. Dalam pikirannya dia merasa: 22 + 8 = ? Langsung saja dia jawab 30. Tidak cermat dia kali ini. Tanpa pikir-pikir seluruh murid ikut-ikutan menjawab 30. Sehingga semua murid salah dan dapat nilai 0 untuk nomor itu.

Begitulah akibat dari ketidaktelitian seorang murid yang berpengaruh dan menjadi contoh. Ketidaktelitiannya membuat dirinya dan teman-temannya dapat nilai nihil.

Hal Itu masih mendinglah, karena hanyalah hitungan biasa-biasa saja. Akan tetapi bagaimana kalau berhubungan dengan keyakinan dan prinsip hidup yang hakiki sifatnya?

Sangat penting untuk menjaga dan mengawasi diri. Apa yang masuk ke dalam pikiran dan hati harus diawaspadai, agar tidak masuk ajaran dan prinsip-prinsip yang salah.

Bersamaan dengan itu kita juga wajib menjaga apa yang kita katakan dan apa yang kita ajarkan.

Pengajaran memberi pengaruh yang besar dalam hidup seseorang. Apalagi orang yang menerima pengajaran itu kemudian mengajarkannya lagi ke orang lain, maka ada banyak orang akan terpengaruh.

Kebenaran akan tersebar melalui pengajaran yang benar. Tetapi bayangkan bila ajaran itu salah dan sesat… betapa banyaknya kesesatan akan terjadi.

Ada hal-hal penting agar kita terhindar atau paling tidak meminimalkan kekeliruan kita dalam berkeyakinan, yaitu:
▪︎ Tekun berdoa, meminta tuntunan Roh Kudus untuk membimbing hidup kita.
▪︎ Kontrol diri dengan Firman Allah. Firman Allah adalah petunjuk dan standar hidup kita.
▪︎ Terbuka kepada pengajaran. Mau belajar dengan rendah hati serta menerima kekurangan kita… menerima apa adanya kita.
▪︎ Mau menerima nasihat. Tidak sok tahu dan tidak merasa lebih pintar. Mau belajar dari pengalaman orang lain.

Kiranya kita tetap berada dalam jalur yang benar yang Tuhan kehendaki. Kita akan aman dari ajaran yang menyesatkan. Dari diri kitapun akan memancar kebenaran Kristus. Kita akan selamat dan menyelamatkan banyak orang dalam perjalanan hidup ini.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments