“Pakaian” Sebagai Tanda dan Ciri Kita

Viewed : 334 views

Kolose 3:12
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

Sering sekali dalam surat undangan untuk acara tertentu, dalam undangan tertulis pakaian yang harus dipakai untuk menghadirinya. Misalnya di pojok bawah kiri tertulis di situ:
•⁠ ⁠Pakaian: bebas dan rapi.
•⁠ ⁠Pakaian: batik lengan panjang,
•⁠ ⁠Pakaian: PDU 1 lengkap tanda jasa.
•⁠ ⁠Pakaian: … … … …

Juga dalam penampilan paduan suara dalam kebaktian, ditetapkan pakaian yang harus dikenakan, misalnya kaum bapak memakai baju putih berdasi dan kaum ibu memakai batik nuansa biru.

Juga ketika kita datang dalam perayaan Hari Natal misalnya, diberitahu bahwa kita diminta datang memakai pakaian kombinasi merah dan hijau. Lalu ketika datang diberikan topi Santa Claus sederhana untuk dipakai. Suasana Natal jadi tambah menarik dan hangat.

Misalnya juga dalam pesta pernikahan, seluruh panitia memakai pakaian seragam batik, terlebih untuk keluarga; ditetapkan memakai kostum tertentu yang telah disepakati. Kaum ibu biasanya sangat sibuk untuk urusan pakaian kebayanya. Untuk urusan yang satu ini, kaum ibu jadi heboh membahasnya. Bisa jadi lebih heboh dari pestanya itu sendiri. 😁😂😊

Dalam kampanye partai, juga pakaian menjadi ciri khas kubu tertentu. Diusahakanlah pengadaan pakaian yang menarik dan khas.

Dalam menjemput tamu di bandara, maka seorang yang dijemput berkomunikasi dengan penjemputnya. Salah satu yang diberitahu adalah pakaian mereka masing-masing agar dapat saling mengenal.

Jadi betapa penting peran pakaian dalam hidup ini, terlebih dalam acara tertentu.

Kita sebagai orang yang telah dipilih Allah menjadi anak-Nya, apa pakaian yang harus dipakai?
Dengan kostum apa kita dikenal?

Rasul Paulus mengingatkan dalam tulisannya tentang “pakaian” yang seharusnya kita kenakan sebagai tanda dan ciri kita. Dapat “diumpamakan” ukuran pakaian kita sebagai berikut:
•⁠ ⁠pinggangnya: belas kasih,
•⁠ ⁠kerahnya: murah hati,
•⁠ ⁠dadanya: rendah hati,
•⁠ ⁠ukuran dari bahu ke bawah: lemah lembut,
•⁠ ⁠panjang tangannya: sabar.

Bila ukuran tersebut dipakai, maka terasa cocok untuk dipakai dan pas untuk kita. Orangpun melihat betapa serasinya pakaian kita. Orang-orang akan bertanya “dimana kita menjahitnya.” Dan akhirnya orang akan tahu bahwa yang menjahitnya adalah Yesus. Mereka akan memuji-muji PENJAHITNYA. Dan syukurlah jika orang-orangpun ramai-ramai datang kepada Yesus untuk menjahit pakaian mereka. Semakin ramailah kita mengenakan pakaian yang dijahit Yesus.
Puji Tuhan!

Sahabat…
Marilah kita mengenakan pakaian seragam kita itu hari ini dan pakailah itu setiap hari.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin…

Teriring salam dan doa.
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments