Markus 4:20
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”
Begitu mudahnya saat ini bagi kita untuk dapat membaca, mendengar dan mempelajari firman Tuhan.
Kita patut bersyukur atas kemajuan media yang canggih, sehingga kita dapat membaca tulisan-tulisan atau renungan firman Tuhan melalui kesediaan dan keterbebanan orang-orang tertentu untuk berbagi pengalaman, keyakinan, buah pemikiran sesuai dengan hikmat yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka.
Berbagai tipe, tema, kedalaman, jenis dan karakter tulisan yang dapat kita akses. Sederhana pula cara untuk kita dapat meneruskannya ke orang lain.
Hanya saja kita diingatkan kembali bahwa sesungguhnya yang terpenting adalah agar hidup kita berubah dan berbuah melalui setiap tulisan yang kita dengar dan baca. Kita dikuatkan dan dimotivasi untuk berbuat sesuatu melalui ajaran firman Tuhan yang dibagikan.
Bila hal tersebut terjadi, maka tercapailah maksud setiap tulisan yang kita baca, dan tercapai jugalah apa yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Markus 4:20 di atas. Hal itu adalah kerinduan Tuhan Yesus bagi kita semua. Semoga kitapun merindukan hal yang sama dengan apa yang dirindukan Kristus.
Oleh sebab itu biarlah hati kita menjadi tanah yang baik dan subur untuk tempat persemaian dan bertumbuhnya firman Allah yang ditaburkan hingga berbuah. Ini sungguh penting dan ini tujuan utama kita mestinya.
Dan yang terutama adalah agar Nama Allah dimuliakan dalam sajian dan hidangan firman Allah yang dibagikan melalui setiap media, apapun bentuknya.
Diberkatilah kiranya setiap orang yang mendengar firman Tuhan dan yang melakukannya dalam bentuk buah kehidupan yang manis, sedap dan benar.
S e m o g a !
Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Tuhan menolong kita untuk terus bertumbuh; berubah dan berbuah. Amin
Salam dan doa,
Alamta Singarimbin-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Sarah Richter from Pixabay




