Tetap Menabur & Tetap Bertekun

Viewed : 420 views

Pengkhotbah 11:6
Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.

Ada beberapa suku bangsa yang sering dijuluki sebagai bangsa yang sebagian besar peduduknya gila kerja. Seakan bekerja adalah kesenangan dan hobby mereka. Mereka sangat menghargai pekerja keras. Berkat kerja keras itulah yang membuat negaranya jadi makmur dan maju.

Kita bangun pagi ini… Tuhan kembali memberi hari yang baru untuk dijalani. Kita akan beraktivitas sesuai profesi dan panggilan hidup. Ibarat petani… kita menabur benih… kita bekerja.

Ketika nanti sore hari datang, kita disuruh agar tidak berpangku tangan. Tangan kita tetap bekerja dan berkarya.

Apakah kita diharuskan bekerja tanpa pernah berhenti?
Apakah kita harus menjadi manusia gila kerja seperti bangsa yang disebutkan di atas?

Tentu kitapun butuh istirahat. Butuh rileks. Ayat Pengkhotbah 11:6 tidak mengajarkan kita untuk gila kerja, tetapi mengingatkan kita menjadi manusia yang rajin. Kita menjadi produktif dan bijak serta mampu menggunakan peluang yang ada untuk berkarya.

Peluang itu mungkin datang di pagi hari… di tengah hari… di petang hari… bahkan boleh jadi di malam hari. Semua waktu dapat menjadi kesempatan baik bagi kita untuk meraih apa yang menjadi berkat serta berguna bagi kita dan bagi orang lain. Tuhanlah yang tahu dan Dia yang berotoritas menentukan rejeki dan perolehan kita.

Prinsipnya adalah kita harus rajin menabur benih yang baik. Hasilnya Tuhan yang menentukan. Kita bekerja tekun dan Tuhan memberkati apa kita kerjakan.

Sering terjadi kita sudah bertekun dan menabur dengan benih yang baik. Kita sudah merencanakan dan memakai strategi yang ampuh dan jitu. Kita sudah berdoa. Namun hasilnya menurut kita tak seberapa. Tidak apalah! Tetaplah semangat menabur. Tetaplah tekun bekerja. Paling tidak; giatnya kita bekerja menjadi teladan yang baik untuk dilakukan orang. Bagi saya itupun sudah memuaskan.

Hasil dan perolehan yang baik adalah harapan kita, namun semangat kita tidak bergantung kepada hasil dan tidak juga kepada apa kata orang. Apalagi membandingkan hasil kita dengan orang… JANGANLAH!

Semangat kita bergantung kepada apa kata Tuhan. Kalau hari ini hasil kita belum memuaskan mungkin besok datangnya… mungkin lusa… mungkin di minggu depan… mungkin bulan depan… mungkin di tahun depan. Selalu ada harapan. Tuhan bijaksana mengaturnya.

•⁠ ⁠Kalau saya belum layak menjadi Kepala Desa (😊😁), mungkin anak cucu saya kelak jadi Gubernur yang merakyat.
•⁠ ⁠Kalau bulanan saya sekarang pas-pasan saja untuk hidup sederhana dan belum bisa memberi banyak ke orang, siapa tahu kelak anak cucu saya jadi pengusaha sukses yang murah hati dan dermawan.
•⁠ ⁠Kalau aktivitas saya hanya seputar kota Bandung saja dan sering terasa jenuh, Tuhan bisa berikan kelak anak cucu saya berkeliling Indonesia, bahkan berkeliling dunia menjadi berkat dan memberi makna hidup bagi banyak orang.
•⁠ ⁠Kalau pangkat saya hanya berakhir dan berhenti di Letnan Satu tanpa bintang jasa, bisa saja Tuhan beri anak cucu saya kelak jadi Jenderal untuk mengamankan negeri.
•⁠ ⁠Dan sebagainya…

Begitulah doa, harapan, cita-cita, perjuangan, dan semangat kita ke depan; dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menggenapi sesuai porsi dan apa yang Tuhan pandang baik untuk masing-masing kita.

Biarlah Allah berbuat sesuai kebesaran dan hikmat-Nya yang tiada taranya bagi kita. Kata KUNCInya adalah TETAP MENABUR benih yang baik. TETAP BERTEKUN dan tetap berharap penuh kepada janji-janji Allah.
Puji Tuhan!

Selamat MENABUR BENIH yang baik… BENIH UNGGUL.
Selamat beraktivitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tangan Tuhan yang tak pernah gagal memberkati dan menyertai kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments