Tetapi Beruntunglah, Yesus Ada di Pesta Itu

Viewed : 337 views

Yohanes 2:9-10
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

Makanan sering dianggap sebagai salah satu kebesaran dan kemegahan sebuah pesta. Suksesnya sebuah pesta diukur dari nikmatnya dan kelimpahan makanan yang dihidangkan. Bila tidak cukup atau kurang nikmat, tuan rumah pesta merasa kurang enak dan malu. Para tamu undanganpun sering memperguncingkannya… memberi nilai negatif.

Ada sebuah perkumpulan arisan dimana seorang anggotanya tidak mau lagi datang bergabung. Ingin keluar saja dari kumpulan arisan itu. Mau berhenti jadi anggota. Tak mau lagi dia datang.

Apa masalahnya?

Setelah diamati, penyebabnya rupanya adalah karena dia tersinggung. Orang tersebut terganggu dan terusik perasaannya. Ketika dia jadi tuan rumah acara rutin arisan bulanan, ada anggota yang mengatakan bahwa masakan yang dihidangkan tidak enak. Tidak nikmat. Rasa masakannya mengambang. Peristiwa seperti ini sebetulnya tak perlu terjadi. Jauhlah!

Begitulah dengan apa yang terjadi di sebuah pesta di Kana. Kekurangan anggur. Ketersediaan anggur merupakan kelengkapan dalam pesta mereka. Jika anggur kurang; ini alamat kurang baik bagi pemilik pesta.

Tetapi beruntunglah. Yesus ada di pesta itu. Tuhan Yesus menyelamatkan harga diri pemilik pesta dari pergunjingan tak sedap para tamu, bahkan mendapat pujian. Tuhan Yesus memenuhi kebutuhan mereka dengan membuat air menjadi anggur.

Berubahnya air menjadi anggur oleh Yesus sungguh luar biasa. Air (H2O) berubah menjadi gugus karbon yang lebih kompleks. Komponen dan susunan zatnya berubah. Ini luar biasa dan ajaib!

Ternyata juga bahwa anggur yang dibuat Yesus lebih baik dan lebih enak. Para tamu sampai heran dengan berkata, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

Para tamu itu tidak tahu bahwa anggur yang mereka nikmati bukanlah anggur biasa yang disiapkan pemilik pesta sebelumnya, tetapi anggur itu istimewa. Baru saja dibuat Yesus dengan bahan dasar air. Mereka tidak sadar ada Yesus Yang Maha Kuasa hadir di antara mereka.

Sahabat…
Yesus senantiasa hadir di antara kita. Dia ada di hati kita. Kehadiran-Nya menjadi jawaban atas pergumulan hidup kita. Sekalipun ada orang di sekitar kita tidak percaya dan tidak respek kepada Yesus, namun kita tidak akan pernah merasa kecil dan tidak merasa dipermalukan atas keyakinan kita terhadap-Nya.

Bagaikan tuan rumah pesta itu… dalam posisi terjepitpun, ketika kita merasa sesak dan kehilangan akal sehat, namun kita mendapat kelegaan dan damai serta tenang tenteram dengan kehadiran Yesus dalam hidup ini.
P u j i T u h a n !

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments