Mengampuni Itu Menyembuhkan

Viewed : 853 views

Para sahabat,
Tuhan mengajarkan doa yang sederhana, tetapi dalam maknanya. Salah satu bagian doanya adalah, “Ampunilah kesalahan kami, Seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami,”
Doa yang sederhana, dan bagi banyak gereja, doa ini didaraskan setiap hari minggu di dalam doa bersama jemaat, sehingga kita sering melupakan betapa dalam maknanya.
*
Bermula dari ketertolakan yang dialaminya oleh orang-orang yang dekat dengannya, anak ini terluka jiwanya dan akhirnya memendam kemarahan yang mendalam. Hatinya pahit. Nilai dirinya rusak. Dia merasa tidak ada yang mencintainya, bahkan kasih sayang orang tuanya pun diragukan olehnya.
Pertanyaan tentang “Siapa Aku?” menjadi momok yang menghantui dirinya.
Dia merasa sendiri, dan tidak dikasihi. Dia ingin melepaskan segala kemarahannya dengan berbagai pilihan hidup yang lebih menghancurkan hidupnya.
Para profesional memvonisnya mengalami masalah kesehatan mental; apapun itu namanya, baik apakah itu gangguan kecemasan, bipolar, ataupun gangguan psikotik tertentu.
Dia menjadi pribadi yang gelisah, sensitif dan temperamental.
Setiap kejadian yang mengorek nilai dirinya, maka sebuah sayatan akan dia torehkan di lengannya. Sekujur tangan kiri dan kanannya sudah penuh dengan torehan luka oleh goresan silet yang dia lakukan (istilahnya “barcode”), dan hal itu terus dilakukannya sampai dia bisa merasa lega dari tekanan dan kecemasan yang dia alami.
Kata-kata gelap menjadi bagian dari hidupnya; keinginan membalas dendam terhadap apa yang dia alami, kemarahan yang terpendam dan tidak termaafkan, keinginan untuk bunuh diri dan meninggalkan dunia, hidup yang hampa tanpa tujuan, bahkan kata-kata yang tidak pantas keluar dari mulutnya kepada semua orang yang mengganggu kesendiriannya. Baginya hidup ini tidak ada harapan dan layak diperjuangkan. Ia adalah korban dan pelaku. Ia ingin membalas dendam.
Puji Tuhan. Tuhan bekerja dengan caranya yang ajaib.
Komunitas orang percaya dipakai Tuhan untuk melayani dirinya dengan cara yang unik. Berbagai kejadian khusus memperhadapan dirinya kepada berbagai percakapan tentang kebenaran yang disampaikan melalui berbagai perjumpaan dan sapaan dari mereka yang peduli kepadanya.
*
Suatu saat, ketika dia terganggu dengan bekas lukanya yang berderet di lengannya, membentuk barisan keloid di sekujur tangannya, dia ingin mentato sekujur lengannya. Saya sampaikan sebuah pernyataan profetik ke dia, tidak perlu kamu tato tanganmu, tetapi biarkan saja sebagai sebuah tanda cinta kasih Tuhan kepada dirimu.
Ketika diberi kesempatan Tuhan untuk mengunjunginya, saya ungkapkan sebuah kebenaran, hanya ada satu cara supaya kamu sembuh, yaitu kamu harus mengampuni, kamu harus melepaskan pengampunan. Kamu tidak bisa menuntut orang lain meminta ampun kepadamu, tetapi kamu hanya perlu melakukan bagianmu, yaitu mengampuni. Dia berubah atau tidak, menyadari kesalahan dan kemudian meminta maaf, itu bukan urusanmu. Ini tentang kamu dengan Tuhan, bukan kamu dengan orang lain.
Pengampunan itu menyembuhkan.
Kami terus berdoa untuk jamahan Tuhan kepadanya untuk pemulihannya.
Suatu saat ada semuah moment saya menyapa dirinya, dan kemudian dia membalas, “Om, saya sudah mengampuninya.” Kemudian saya mendapat konfirmasi dari orang tuanya, kalau anaknya hidupnya berubah, mereka memuji Tuhan atas karya-Nya yang ajaib. Soli Deo Gloria
*
Tindakan mengampuni orang lain adalah sebuah cara Tuhan untuk memurnikan hidup kita. Sama seperti Tuhan telah mengampuni, saya pun harus terus melepaskan pengampunan kepada orang lain yang bersalah kepada saya.
Ketika kita terluka, marah, pahit dan menyimpan sampah tersebut di dalam diri itu, maka hal itu akan mengambil sukacita kita dan membuat kita berdosa.
Melupakan dan mengabaikan bukan jalan keluar, karena hal itu yang akan mencuri damai sejahtera di dalam kita.
Saya harus melepaskan pengampunan dihadapatan tahta kasih karunia dan kebenaran Kristus. Pengampunan itu menyembuhkan dan secara rohani pengampunan itu menghadirkankan kasih di dalam hidup kita dan hidup yang menjadi berkat.
Tuhan memberkati.

Teja adalah suami dari Titin, ayah dari Kasih dan Anugrah.

Comments

comments