Yesus Dicobai Iblis

Viewed : 1,282 views

Matius 4:2-4
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Tuhan Yesus merasa sangat lapar setelah berpuasa selama 40 hari. Sungguh lama sekali.

Yesus sungguh-sungguh amat lapar dalam hakekat-Nya sebagai manusia. Hal ini penting dipahami, sebab ada orang berpendapat dan mengatakan bahwa dalam melakukan puasa tersebut, Tuhan Yesus menggunakan kuasa-Nya sehingga Dia sama sekali tidak merasa lapar. Pendapat ini tentu tidak benar.

Dalam situasi lapar itulah merupakan saat penting untuk dilihat maknanya. Tuhan Yesus digoda dan dicobai iblis. Iblis dengan kelicikannya bersiasat menunjukkan roti sebagai kebutuhan Tuhan Yesus saat itu untuk dimakan.

Namun Yesus tahu siasat iblis ini. Tuhan Yesus tidak mau kompromi dengan perkataan iblis. Mengacu kepada firman Allah yang tertulis, Yesus menangkis dan melawan iblis. Yesus menolak dengan tegas “rayuan” iblis.

Meski begitu sangat lapar dan walau Dia berkuasa membuat roti dari batu, tetapi Yesus menahan diri. Yesus taat kepada firman yang tertulis.

Dalam pencobaan berikutnya Yesus tidak sedikitpun ada celah dalam diri-Nya tergoda oleh apa kata iblis. Tuhan Yesus tidak pamer kuasa di depan iblis… buat apa? Tidak ada gunanya, toh iblis akan tetap berhati iblis.

Tuhan Yesus tidak memakai kuasa-Nya untuk memenuhi dan memuaskan keinginan-Nya. Malah dengan kuasa-Nya, akhirnya Dia mengusir iblis sang penggoda.

Bagai Tuhan Yesus taat kepada firman; menjadi teladan bagi kita yang telah percaya. Tuhan Yesus dalam situasi lapar berat menunjukkan bahwa Dia merasakan apa yang kita rasakan. Dalam situasi seperti itu, Dia dapat menahan diri. Pikiran dan tindakan-Nya tetap berada dalam rel firman Allah.
Mari kitapun belajar ikut teladan Kristus.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah
Selamat melayani.

Tuhan senantiasa beserta kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments