Deru Perang Menjelang Zaman Baru

Viewed : 508 views

Markus 13:7-8
Dan apabila kamu mendengar atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Mendengar deru perang, hati kita ikut merasa pilu, sedih, dan berduka melihat banyak korban berjatuhan dari pihak-pihak yang bertikai. Kita dapat saksikan itu melalu media massa.

Senjata yang digunakan saat ini canggih. Hasil riset penelitian orang-orang cerdas. Berteknologi tinggi. Harganya mahal.

Andaikan senjata penghancur itu digunakan untuk membeli makanan, betapa banyak orang yang kekurangan pangan dapat tertolong menikmatinya. Tentu banyak kebutuhan lain yang dapat dipenuhi andaikan biaya membuat senjata pemusnah itu dipakai untuk tujuan mulia.

Begitulah keadaan real manusia. Ada rasa takut diserang. Ada upaya untuk melindungi diri. Ada keinginan setiap bangsa untuk membela diri. Untuk itu perlu bertahan dengan senjata. Pada akhirnya seakan bangsa yang senjatanya kuatlah yang berkuasa dan dominan.

Tuhan Yesus mengatakan bahwa deru perang akan terjadi. Kita tidak kaget. Semua itu akan terjadi sebelum HARI KESUDAHAN. Sudah dinubuatkan.

Bagi kita yang telah percaya, mari kita gunakan waktu yang masih ada untuk berbuat apa yang baik dan benar. Mari kita hidup melayani. Mari kita semakin mendekat untuk semakin mengenal Tuhan Yesus Sang Penentu HARI KESUDAHAN!

Hendaklah kita menyebarkan damai dan tetap hidup menjadi terang. Kita berdoa agar di tengah deru perang dan hingar bingar serta hiruk pikuknya dunia ini; banyak orang berseru kepada Tuhan Yesus dan membuka hati menerima Dia sebagai Juruselamat mereka. Itu semestinya panggilan hidup bagi setiap orang percaya.

Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Birmingham Museums Trust on Unsplash

Comments

comments