Ketika Menjelang Akhir Kehidupan Nanti

Viewed : 997 views

Ibrani 10:38
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.

Seorang ibu yang telah ditinggal suami terkasih; bercerita bahwa dia merasa berbahagia sekali karena keempat anaknya telah mengambil keputusan untuk menyerahkan hidup sepenunya kepada Tuhan melalui tanggungjawab mereka dalam pelayanan.

• Anaknya yang pertama menjadi missionari.
• Anaknya yang ke-2 menjadi seorang penginjil di pedalaman.
• Anaknya yang ke-3 menjadi hamba Tuhan dan melayani di sebuah jemaat kecil di kotanya.
• Anaknya yang bungsu memutuskan setelah SMA masuk Sekolah Teologia dan sekarang sedang dalam tahap akhir studinya. Dia merencanakan bahwa sesudah selesai studinya, dia akan bergabung untuk mendukung abangnya yang nomor 2 di pedalaman.

Ibu ini berbahagia dan damai karena merasakan kebaikan Tuhan yang menganugerahkan 4 orang putra dan semuanya memiliki hati untuk merelakan hidupnya menjadi hamba Tuhan.

Ibu ini dengan tulus beriman dan percaya bahwa melayani Tuhan adalah berkat terbesar di dalam hidupnya. Karena itu dia sangat mendukung keputusan anak-anaknya. Dia tidak pernah mempersoalkan bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dia tidak mengkhawatirkan siapa yang akan merawatnya di usianya yang sudah lanjut. Ibu ini sungguh memiliki iman yang hidup serta nampak dalam kebebergantungan sepenuhnya kepada Allah yang dia percayai.

Tentu saja bahwa iman yang bertumbuh bukanlah berarti hanya ditunjukkan melalui kesediaan menjadi hamba Tuhan saja. Ini adalah masalah panggilan hidup. Inti dari kisah ibu di atas adalah terletak kepada imannya yang bertumbuh dan kuat, sehingga hal itu membuat dia tidak khawatir dengan hidupnya.

Dia tidak khawatir dengan keputusan anak-anaknya. Dia yakin bahwa apabila Tuhan yang memimpin… jika iman melandasi hidup, maka apapun keputusan yang diambil, semuanya akan membawa bahagia dan damai.

Melihat keadaan di sekeliling, mungkin kita waswas dan kuatir. Kita diselimuti dengan berpikir akan apa yang terjadi besok… minggu depan… bulan depan… tahun depan… lima tahun dan sepuluh tahun yang akan datang. Bahkan ketika menjelang akhir kehidupan nanti, mungkin kita gelisah dan gusar.

Hari ini kita diingatkan kembali agar jangan khawatir. Tetaplah dekat dengan Tuhan dan milikilah keyakinan iman yang teguh. Apapun tantangan yang kita hadapi, jangan undur dari hadirat Tuhan.

Percaya dan percayakanlah diri kita kepada Tuhan. Teruslah melangkah dan berjalan bersama Dia. Yesus penuntun dan sumber pertolongan yang sejati. Sndarkanlah iman kita kepada Allah yang tetap setia!

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Philippe Leone on Unsplash

Comments

comments