Mazmur 22:3
Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
Nyanyian yang kita lantunkan sering merupakan ekspresi dari suasana apa yang ada di hati kita. Lagu yang dinyanyikan dapat memberi pengaruh baik maupun buruk terhadap diri kita.
Ketika menyanyikan lagu pujian kepada Allah, apakah hati kita sungguh ikut dibawa untuk memuji Dia melalui setiap kata yang diucapkan? Atau apakah kita bernyanyi dengan kata-kata yang rasanya tidak bermakna dan kosong?
Bernyanyi tanpa meresapi makna dapat membuat ketidakbergairahan dalam memuji dan menyembah Allah. Tetapi bila makna kata lagu pujian diresapi dan direnungkan, hati kita dapat dibangun dan dikuatkan.
”Ada kuasa dalam lagu pujian”, artinya bahwa bila nyanyian sungguh keluar dari hati terdalam, maka lagu itu dapat menguasai hati dan pikiran kita. Untaian kata dalam lagu menuntun dan membawa kita menyadari bahwa Allah Sungguh Besar dan Mulia.
Lagu putus asa dapat merusak suasana hati dan pikiran. Sebaliknya lagu pujian yang dinyanyikan akan dapat membawa kita lebih dekat kepada Dia. Hati kita terangkat dan fokus kepada-Nya.
Bila hati kita dekat dengan Allah, sesungguhnya di situlah kekuatan yang amat besar dalam hidup seseorang untuk menjalani hidup ini.
Sebagaimana ayat di atas ungkapkan bahwa sesungguhnya Allah bersemayam di atas puji-pujian orang Isreal… di atas pujian kita sebagai orang Israel rohani yang telah ditebus.
Allah bertakhta di atas pujian kita, sebab itu marilah kita awali hari ini dengan suatu nyanyian kidung memuji-muji Dia. Bernyanyilah!
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus yang bersemayam di atas puji-pujian kita… menyertai dan memberkati. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Pavel Danilyuk




