Mazmur 22:3
Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
Pujian yang tulus dan wajar dapat membangun seseorang; dapat membuat orang lebih semangat dan berhasil.
Dengan pujian, seseorang dapat berbuat hal-hal yang lebih positif dan kreatif. Disinilah kita terlihat kurang. Rasanya sulit dan berat memberi pujian bagi orang yang memang layak menerimanya.
Juga terhadap Allah; sering sulit bagi kita memuji Dia, padahal Allah patut dan layak dipuji. Itu hak-Nya yang harus kita persembahkan.
Perhatikanlah isi doa kita! Nampaknya porsi permintaan jauh lebih banyak dan lebih sering daripada unsur pujian dan penyembahan.
Jarang sekali orang menyediakan waktu khusus berdoa memuji Tuhan. Kebanyakan kita berdoa karena merasa terdesak dan butuh sesuatu ataupun karena doa itu dirasakan sebagai hal yang rutin saja.
Meskipun dalam doa kita ada pujian, namun pujian tersebut kerap kurang diresapi maknanya dan terasa kering. Kurang terasakan sebagai sesuatu yang mengalir dari hati menyentuh hadirat Tuhan.
Kita diingatkan untuk senantiasa memuji dan menyembah Tuhan dalam hidup ini. Jadikan pujian kepada Allah terus bertumbuh dalam diri kita.
Memuji Tuhan adalah wujud penundukan diri kita kepada-Nya. Memuji Allah dengan tulus menandakan ketergantunga kepada-Nya. Hal itu juga berarti kita mengandalkan DIA. Sungguh Allah senang akan pujian kita.
Mazmur 135:3
Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya. Sebab nama itu indah!
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati. Amin
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by wirestock on Freepik




