Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Satu truk tanah liat tidaklah terlalu bernilai, bahkan sering dibuang begitu saja karena dianggap menganggu. Paling-paling digunakan untuk ditimbun menutup lubang dan diinjak-injak. Jika datang air mengalir, tanah liat tersebut pun akan ikut hanyut dan menghilang.
Berbeda halnya bila tanah liat itu ditempa menjadi sebuah periuk atau alat music lainnya, maka fungsinya skan lebih bernilai dan harganya pun lebih mahal. Apalagi jika seorang ahli yang menempanya, maka tanah liat itu dapat di bentuk menjadi sebuah guci. Harganya menjadi lebih berlipat ganda. Tempatnya pun tidak sembarangan lagi. Akan dipajang di tempat yang lebih terhomat menjadi pusat masuk dalam proses yang lebih panjang,dan memerlukan waktu yang lama.
Allah membentuk manusia juga sempurna seorang ahli membentuk tanah liat menjadi barang beharga. Diperlukan proses dan waktu. Untuk itu manusia harus rela dibentuk dan ditempa. Pembentukan itu menyangkut perubahan tingkah laku dan perbuatan.
Ada banyak sifat-sifat lama, tabiat dosa yang cenderung muncul. Tabiat yang sering menunjuk kelemahan dan kesalahan orang lain… ingin agar orang lain yang berubah, sementara untuk dirinya sendiri, dia tidak pernah mau untuk belajar untuk diubahkan.
Sering proses pembentukan itu begitu sulit, tetapi kita harus rela dan siap. Manusia harus mau belajar dan taat. Dengan demikian, sifat dan tabiat sebagai manusia baru akan menghasilkan buah-buah pertobatan. Itulah yang dikehendaki dan yang berkenan di hadapan Allah.
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by ANTONI SHKRABA




