Ibrani 4:15
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Saat kita berada dalam pergumulan berat, kita sering merasa sendirian. Kita merasa tidak ada orang yang memahami apa yang sedang kita alami. Merasa susah sendiri. Bahkan kita sepertinya mengasihani diri sendiri.
Ayat firman Tuhan di atas mengatakan bahwa Yesus memahami kita. Tuhan Yesus merasakan apa yang kita rasa. Tuhan Yesus menyelami perasaan kita.
Tuhan Yesus dalam keberadaan-Nya sebagai manusia mengalami tekanan dan beban yang sangat berat. Bahkan ujungnya Dia mati disalib.
Jadi apa yang kita hadapi dalam tantangan hidup ini, Yesus mengalaminya, bahkan lebih berat dan lebih dahsyat.
Kita bersyukur sebab Dia peduli kepada kita. Dia memahami sepenuhnya keterbatasan dan kekurangan kita. Oleh sebab itu, bagaimanapun situasi kita saat ini, mari kita datang kepada Dia. Arahkanlah hati dan pikiran kita kepada-Nya. Tuhan Yesus yang memberi kelegaan dan kelepasan atas semua masalah kita seberat apapun itu.
P u j i T u h a n !
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Alem Sánchez




