Pemberian Dalam Ketulusan

Viewed : 730 views

Kisah 20:35
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

Mungkin kita pernah memberi sesuatu dengan tulus kepada seseorang apapun itu bentuknya dan pemberian itu sangat berharga bagi yang menerimanya, walau dalam pikiran kita hal itu kecil. Dalam memberikan itu, mungkin kita tidak merasa apa-apa karena ketulusan bukanlah rasa apalagi untuk dirasa-rasakan.

Ketulusan adalah rasa yang tak terasa dan banyak orang yang kurang memahami apa itu ketulusan. Pemberian dalam ketulusan adalah pemberian tanpa keberatan dan tanpa menuntut terima kasih.

Jika memberi dengan ketulusan, maka lenyaplah embel-embel rasa berjasa.

Persoalan bagi kita adalah sering sulit memberi dengan tulus karena secara alami dalam pikiran kita: bila memberi harus disertai dengan apa yang akan kita terima. Akibatnya pinsil patahpun yang kita berikan, kita melihatnya seolah memberi emas yang harus terbalas.

Di dalam Tuhan, kita diingatkan bahwa bila kita memberi, pemberian itu disertai dengan ketulusan tanpa pamrih. Tentu saja keyakinan seperti ini tidak datang secara tiba-tiba, tetapi merupakan sebuah proses. Proses ini akan berlangsung bila kita sadari bahwa Allah telah terlebih dahulu memberi apa yang terbaik dan berharga bagi kita, terutama keselamatan jiwa kita yang dianugerahkan secara cuma-cuma.

Bila kita sampai dalam tahap tersebut di atas, maka kita akan merasa berbahagia saat memberi dan tidak lagi merasa kekurangan dan tidak merasa kehabisan bila memberi. Sebaliknya kita yakin diperkaya dengan kelimpahan dengan luapan kebajikan dari Tuhan.
Puji Tuhan!

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Yan Krukov

Comments

comments