Pemberian yang Disertai Dengan Ketulusan

Viewed : 841 views

Kisah 20:35
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

Ketika kita menerima sesuatu dengan tulus dari seseorang apapun itu bentuknya, sesungguhnya pemberian itu sangat berharga bagi kita, walau dalam pikiran orang yang memberi hal itu kecil.

Dalam memberi sesuatu dengan tulus, yang memberi tidak merasa apa-apa karena ketulusan bukanlah rasa apalagi untuk dirasa-rasakan. Ketulusan adalah rasa yang tak terasa dan banyak orang yang tak memahaminya.

Pemberian dalam ketulusan adalah pemberian tanpa keberatan dan tanpa menuntut terima kasih. Jika memberi dengan ketulusan, maka lenyaplah embel-embel rasa berjasa.

Persoalan bagi orang-orang adalah sering sulit memberi dengan tulus karena secara alami terbersit keinginan untuk menerima balasan… bila memberi maunya ada yang akan diterima. Akibatnya sepotong kecil kue yang diberikan, terlihat seolah memberi emas yang harus terbalas.

Dalam Tuhan kita diingatkan bahwa bila memberi, pemberian itu disertai dengan ketulusan. Tentu saja keyakinan seperti ini tidak datang secara tiba-tiba, tetapi merupakan sebuah proses. Proses ini akan berlangsung bila disadari bahwa Allah telah terlebih dahulu memberi apa yang terbaik dan berharga, terutama keselamatan jiwa yang dianugerahkan-Nya secara cuma-cuma.

Bila kita sampai dalam tahap ini, kita merasa berbahagia saat memberi dan tidak lagi merasa kekurangan dan tidak merasa kehabisan bila memberi, sebaliknya kita yakin diperkaya dengan kelimpahan dengan luapan kebajikan dari Tuhan.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

 

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Ben White on Unsplash

Comments

comments