Mazmur 43:5
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Beberapa tahun lalu, beberapa media melansir berita tewasnya seorang konglomerat yang nekat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai tinggi di sebuah hotel ternama. Diduga penyebabnya adalah karena perusahaannya bangkrut dan dia mengalami kesulitan dililit utang yang sangat besar.
Banyak orang kaget mendengar berita itu. Orang tak habis pikir bagaimana mungkin pengusaha terkenal yang berhasil dan terhormat serta memiliki pengaruh besar selama ini; akhirnya harus mengalami peristiwa tragis.
Penyebab mendasar sebenarnya adalah karena dia putus asa dan merasa tidak ada lagi jalan keluar. Mungkin dia merasa tidak ada tempat mengadu, dia merasa sendiri dan sepi sehingga berpikir pintas saja. Baginya jalan terbaik adalah mengakhiri hidup.
Begitulah hidup… tak dapat diduga. Keadaan hidup sering berubah silih berganti…
• antara keadaan baik dan keadaan tidak baik,
• antara sukses dan gagal,
• antara diterima dan ditolak
• antara diingat dan dilupakan,
• antara pujian dan cercaan,
• antara senang dan susah,
• antara untung dan rugi,
• antara sakit dan sehat.
• antara tawa dan tangis.
Begitulah hidup !
Kita harus mengupayakan apa yang baik dan memang harus begitu, tetapi apa yang didapatkan sering tidak sama dengan apa yang diharap. Antara harapan dan kenyataan sering jauh berbeda.
Kita sering kecewa dan ada saja orang yang mengambil jalan pintas. Yang paling sulit diterima adalah jika kita merasa hidup benar dan taat kepada Tuhan, tapi toh kesulitan yang selalu muncul. Harapan tak pernah kunjung datang.
Dalam kebingungan kitapun kerap bertanya, “Mengapa begini Tuhan?” Kita mulai salahkan diri dan muncul kepahitan dalam hati.
Tetapi kepada orang yang percaya diingatkan untuk selalu meyakini campur tangan Tuhan dalam hidupnya.
Tetaplah percaya bahwa Allah berkuasa dan berdaulat. Tuhan tempat kita berteduh dan benteng hidup yang dapat diandalkan.
Tuhan senantiasa mendengar seruan kita. Jangan takut dan tetaplah tenang. Jangan mengandalkan dunia ini. Dunia ini selalu berubah-ubah karena begitulah sifatnya. Kita akan putus asa bila dunia ini pegangan kita.
Bergantunglah kepada SUMBER HIDUP yang tak berubah oleh apapun, itulah ALLAH Bapa kita! Meski kesulitan tidak pernah berakhir, tetapi di dalam Tuhan harapan selalu ada.
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Selamat Hari Minggu.
Selamat Beribadah.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Isaac Quesada on Unsplash




