Lukas 16:10
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Ada seorang ibu lanjut usia pensiunan guru SD sangat setia kepada Allah. Dia terbeban dan rajin mengunjungi ibu-ibu lain yang dirasakan perlu untuk dikuatkan.
Akan tetapi sayangnya belakangan karena sudah berumur, dia tidak kuat lagi melakukan perkunjungan. Semangatnya tetap ada, tetapi fisiknya tidak memungkinkan. Ibu ini tidak habis akal. Kalau selama ini dia mengunjungi secara fisik, maka kali ini dia mengunjungi para ibu dalam bentuk doa.
Dia mencatat beban-beban doa dari Warta Jemaat Gereja. Rutin setiap hari dengan setia dia berdoa syafaat untuk warga gerejanya. Dia tetap berbuah dan produktif secara rohani meski fisik tidak kuat lagi termakan usia.
Allah memanggil dan melibatkan kita yang telah ditebus-Nya dalam pekerjaan dan rencana-Nya yang besar atas dunia ini. Untuk itu, Tuhan telah memberikan dan melengkapi kita dengan berbagai talenta dan karunia.
Apakah kita menyadari panggilan-Nya yang mulia itu?
Apakah talenta dan karunia yang telah diberikan-Nya berkembang dalam hidup kita?
Akankah kita habiskan waktu demi waktu untuk berputar-putar hanya berpusatkan diri kita, sehingga talenta dan karunia yang Tuhan telah beri tidak bertumbuh?… bahkan hilang?
Janganlah mempersoalkan talenta kita banyak atau tidak. Tidak masalah apakah kita memiliki posisi yang strategis atau tidak dalam struktur organisasi pelayanan Tuhan.
Mungkin kita tidak menjadi salah satu dari anggota organik formal gereja, namun semua kita penting. Semua kita sama di hadapan Allah. Allah ingin kita berbuah dan berperan walau dalam bentuk yang nampaknya sederhana. Bukan kemampuan yang menjadi ukuran karena Allah yang mampu.
Sejauh mana kita setia dan terus bersemangat mengembangkan talenta dan karunia yang diberikan-Nya sebagai wujud kecintaan kita kepada Allah, itulah patokannya.
Kesetiaan dan ketulusan kita dalam hal kecil sekalipun akan menggugah hati Allah untuk mempercayakan dan memberikan hal yang lebih besar lagi kepada kita.
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Free-Photos from Pixabay




