Yohanes 6:27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.
Suksesnya sebuah pesta, sering diukur dengan seberapa jauh pelayanan tentang makanan. Apabila makanan kurang ataupun tidak terdistribusi dengan baik, maka yang empunya pesta merasa kurang puas.
Bila makanan yang disuguhkan melimpah dan enak, maka para tamu merasa senang dan yang berpesta mendapat pujian. Oleh karena itu betapa sering orang yang hendak mengadakan pesta, salah satu yang sangat dipikirkan adalah bagaimana dan apa yang akan disediakan untuk konsumsi pesta.
Masalah pangan… apa yang akan dimakan adalah masalah pokok dalam kehidupan manusia. Tidak sedikit orang yang khawatir dan cemas memikirkan tentang kebutuhan yang satu ini, terutama saat pandemik ini.
Seberapa besar kepedulian Allah tentang kebutuhan manusia dalam hal makanan?
Tuhan Yesus bersabda di dalam Matius 6:25,
“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”
Ada 2 hal yang perlu kita pikirkan dan renungkan;
- Allah tidak menahan rejeki yang memang menjadi bagian hidup kita. Yang penting bagi kita adalah menyediakan jalannya dan sarannya. Rajin dan sungguh-sungguh bekerja, agar melalui itu Allah mencukupkan apa yang kita perlu.
- Yang kita perlu tidakah sekedar makanan jasmani, tetapi ada kebutuhan lain yang sering terabaikan, yaitu kebutuhan akan makanan jiwa kita yakni Firman Allah.
Seberapa jauh keinginan kita untuk selalu menyediakan waktu memberikan makanan bagi jiwa dan rohani kita ?
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Joel Muniz on Unsplash




