Tidak dapat dibayangkan! Sulit dimengerti! Tak henti-henti, dari hari ke hari, selama 40 hari, DIA hanya fokus ke satu perkara, tentang Kerajaan. Maaf ya!Memangnya tidak ada topik lain yang cukup berarti ataukah memang topik ini yang paling esensi?
Bayangkan! Ini 40 hari setelah kebangkitan, tentu itu menjadi hari yang begitu istimewa. Setiap berlalu satu hari, lewat pula kesempatan bernilai yang tidak akan kembali. Walau pun begitu banyak hal lain yang perlu, namun DIA kukuh, teguh tak tergoda untuk beralih ke lain materi.
Entahlah bagaimana perasaan murid-murid di kala itu. Hati masih gundah-gulana karena kabar di hari pertama minggu. Dari perasaan pecundang, sekejab beralih ke euforia sebagai pemenang. Dari sembunyi ketakutan, hingga tampil berani menantang elite rohaniawan.
Ketidakpastian berita, kala keraguan menguasai kepala, apakah ini nyata ataukah ilusi belaka? Wajar saja berhamburan berbagai pertanyaan yang tidak terduga. Ada segudang why terhadap isu yang menyesakan dada. Ingin semua ditumpahkan agar segera sirna.
Namun, DIA konsisten bicara hanya satu perkara, tentang Kerajaan. Tak tergoda untuk mendiskusikan topik lain yang mendesak untuk mendapat arahan. Walau murid-murid memburu dengan berbagai isu doktrin, namun DIA tak ragu dengan kembali menjelaskan berita sukacita tentang Kerajaan itu, Injil Kerajaan Allah (IKA).
Bukan hanya di 40 hari yang begitu berkesan (Kisah Para Rasul 1:3), sejak awal memulai pelayanan umum-NYA pun DIA persisten menyampaikan IKA (Matius 4:23). Bahkan di kala murid-murid memusingkan soal ritual doa, DIA seakan-akan titipkan pesan agar terus berkesinambungan memohon agar datang kerajaan-NYA (Lukas 11: 2).
Sedari hari pertama pelayanan hingga hari terakhir setelah kebangkitan, IKA-lah yang DIA sampaikan. Tidak jemu, tidak ragu, walau banyak hal lain yang lebih menarik diperbincangkan namun DIA tetap fokus kepada misteri kerajaan itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)
Bukan hanya IKA menjadi tema utama yang DIA ajarkan, namun juga menjadi prioritas utama dalam kehidupan. Bagi murid-murid, mencari Kerajaan Allah itu tujuan utama hidup. Dari dahulu hingga sekarang, sebagai pengikut Kristus, KA adalah prioritas hidup.
Banyak hal lain yang lebih perlu, tidak terbilang tema yang lebih bermutu, namun bagi DIA IKA-lah yang nomor satu. Mungkinkah jika IKA sudah digenggam, maka gejolak perkara lain akan segera diredam? Atau pun sebaliknya! Umat tidak akan puas-puas, terus akan haus bila dijejal dengan yang tidak ada hubungan dengan menghadirkan kerajaan-NYA.
Di era kekinian, tema ini tidak terlalu kuat daya jualnya! Topik semuanya itu dalam Matius 6:33 jauh lebih promising themes, lebih menarik untuk diperbincangkan. Daku dan juga mungkin dikau lebih gandrung ke hal-hal lain. Tema IKA telah hilang dari peredaran termasuk dari pengajaran kaum elite rohaniawan dari kemarin-kemarin.
Bagi daku dan dikau sebagai pengikut Sang Raja, tidak saja mendoakan dengan terus menerus memohon agar hadir kerajaan-NYA, namun juga sekaligus bak mencari harta karun. Sepanjang hidup, hingga nyala api napas redup, teruslah cari KA dan itu sudah cukup!
Tujuan utama, prioritas prima, dan menjadi rindu dendam hati hingga nanti, mengenal Sang Raja dan menghadirkan kerajaan-NYA! Bagi DIA, KA bukan hanya tema pengajaran, namun kehidupan. Nyata dalam kelakuan sehari-hari. Begitulah juga bagi daku dan dikau sebagai warga kerajaan.
Kebutuhan semuanya itu tidak akan ada puas-puasnya. Doktrin dan denominasi akan sirna, carilah yang utama. KA itu fondasi, yang esensi, yang lain akan basi. Carilah yang sejati! Abaikan yang kanan kiri, fokus ke inti. (nsm).
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM |




