333. Datanglah Kerajan-MU

Viewed : 643 views

Murid-murid saling melirik. Mereka lebih sering diam tak berkutik, mengikuti Sang Raja yang eksentrik. Mau ungkapkan kerisauan hati, namun tidak ada yang cukup berani. Namun berapa lama dapat bertahan seperti ini, perkara se-esensi ini pun tidak digubris Sang Ilahi.

Dapatkah dibayangkan, agama tanpa ritual, ibadah tanpa tata cara, serta nihil tempat suci? Tidak ada urutan bagaimana menghampiri Sang Ilahi, tidak diajarkan bagimana menyembah Allah. Bahkan yang paling mendasar sekali pun, pengikut-NYA tidak tahu bagaimana harus berdoa.

Berbeda dengan tokoh kharismatis, Yohanes Pembaptis. Sebagaimana juga semua agama, semua ada tata cara. Urut-urutan dalam berhubungan dengan Sang Pencipta. Kaidah yang menjadi dogma, sebagai syarat diterimanya suatu doa. Umat tinggal mengikuti ritual, bukankah begitu yang dianggap normal?

Murid-murid gelisah, apalagi membandingkan dengan pengajaran sebelah! Semakin ragu, kok ini berbeda dengan yang lalu-lalu? Bagaimana mungkin suatu aliran baru, tidak ada tata cara yang umat harus tiru?

Keraguan tidak selamanya dapat dipendam, kegelisahan sudah tidak dapat diredam. Keadaan ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, nanti dapat menjadi isu akut. Bagaimana mungkin Sang Raja terus mendiamkan, bukankah semua pendiri agama tidak ada yang mengabaikan?

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” (Lukas 11:1)

Berlawanan dengan nabi Yahya, DIA tidak megajarkan tata cara, ritual dalam berelasi dengan Sang ADA. Kemungkinan besar, daku dan dikau tidak akan temukan, pedoman ibadah harian ataupun mingguan sebagai standar yang umat dapat pegang.

Seakan-akan, DIA tidak tertarik dengan keinginan terdalam dari tutntutan kaum rohaniawan. Bukankah baru dikatakan itu suatu agama? Jika ada panduan tata cara tentang bagaimana, kapan, dan dimana berdoa.

Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. (Lukas 11:2)

Ini memang tidak biasa! Tidak sama bahkan berbeda dengan semua ritual agama. Berlawanan dengan tuntutan ahli Taurat, membingungkan umat, DIA tidak gandrung dengan perkara syariat. DIA abaikan pengajaran ritual dan cenderung kepada hakikat.

Mesias lebih tertarik isi dari pada tata cara. Walau daku dan juga mungkin dikau, tidak terlalu paham apa maksud-NYA, namun kehadiran kerajaan-NYA layak menjadi pokok doa yang utama. Permohonan nomor satu, umat sepanjang masa memohon bertalu-talu: ’Datanglah Kerajaan-MU!’

Jujur! Rasa-rasanya bukankah jauh lebih banyak hal-hal lain yang dibutuhkan dan mendesak dibandingkan dengan permohonan itu? Ataukah daku dan dikau telah keliru melihat apa yang perlu?

Mengapa kedatangan kerajaan-NYA demikian genting? Sampai-sampai murid bertanya bagaimana berdoa, namun justru DIA titipkan permohonan yang begitu penting. Seolah-olah DIA tidak peduli dengan permohonan mereka, permintaan seperti tata cara berdoa yang diajarkan Yohanes kepada muridnya.

Umat lebih kerap tertarik dengan urusan bagaimana bertumbuh dalam iman. Doa yang berkemenangan. Menjadi Pria Sejati Wanita Bijak. Parenting. Ikut pemuridan. Keyakinan keselamatan. Tiga langkah menjadi murid Kristus yang efektif. Metoda jitu menyampaikan Kabar Baik. Dan lain-lain yang memang dibutuhkan.

Akan tetapi, dalam daftar DIA, itu semua bukan nomor satu. Jangan silap, Datanglah Kerajaan-MU itu menjadi prioritas tetap, kebutuhan mendesak. Aaahhh, rupa-rupanya itu sudah jauh dari agenda umat.

Pohonkalah agar kerajaan-NYA segera hadir di dunia. Lakukan apa yang didoakan, doakan apa yang ingin dilakukan. Bukankah itu yang tersirat dan tersurat dalam penggalan doa yang begitu ternama?

Dan daku dan dikau yang memohon, daku dan dikau pulalah yang dapat menghadirkan kerajaan-Nya. Begitukah makna doa itu? (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments