2 Timotius 4:5
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
Setiap orang percaya memiliki dua panggilan yang tak terpisahkan satu sama lain yaitu panggilan sosial dan panggilan penginjilan.
Dengan panggilan sosial, kita diharapkan ikut berbagi hidup. Kita memberi pelayanan kepada yang berkekurangan. Kita memperhatikan orang miskin. Kita mengunjungi orang sakit, dan sebagainya.
Dengan panggilan penginjilan, kita memberitakan kabar baik. Kita menyampaikan Amanat Agung Kristus. Kita diberi amanah agar setiap orang mengetahui dan beroleh keselamatan.
Dalam pelayanan sosial, kita juga diingatkan untuk menyampaikan kabar baik. Tidak hanya memberi roti sehingga perut menjadi kenyang, namun kita juga diharapkan memberi roti hidup.
Demikian juga gereja atau persekutuan; jangan sampai kehilangan visi dan misinya. Jangan hanya bergiat dalam sosial saja tetapi juga haruslah memberitakan kabar baik.
Gereja dan persekutuan banyak berlelah berbicara dan berupaya agar jemaatnya memiliki kehidupan yang lebih makmur. Tentu ini baik dan penting, namun bila lupa mengabarkan kabar baik, maka gereja kehilangan inti keberadaannya di dunia ini.
Bila gereja sibuk memberitakan kabar baik, tetapi mengabaikan kesejahteraan umatnya, tentu inipun timpang.
Utusan Tuhan yang paripurna adalah utusan yang melakukan penginjilan melalui fungsi sosial yang baik. Mereka mengajarkan keterampilan tertentu yang berguna untuk kehidupan dan melalui itu mereka menyampaikan kabar keselamatan sehingga selamat di dunia dan selamat nanti di kehidupan abadi.
Bagi kita semua orang yang telah percaya dan telah menerima Kristus sebagai Juruselamat, marilah kita bersama-sama melayani dalam fungsi sosial dan fungsi penginjilan.
Selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Jem Sahagun on Unsplash




