Kisah Para Rasul 9:15-16
Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.
Setelah Paulus berjumpa dengan Kristus, dia dipakai menjadi alat bagi Tuhan untuk memberitakan nama-Nya. Dalam panggilan itu, Tuhan berkata kepada Ananias bahwa Paulus akan mengalami banyak sekali tantangan. Paulus dalam panggilannya akan menanggung banyak derita.
Kita tidak harus sama dengan Paulus dalam hal deritanya dalam melayani Tuhan. Tapi kalaupun mirip-mirip, terimalah bahwa hal itu bagian dari anugerah Allah bagi kita. Allah ijinkan hal itu terjadi sebagai suatu ketetapan-Nya atas kita.
Diingatkan bahwa di dalam panggilan kita, sering akan ada harga yang harus rela dibayar. Mungkin kita ditolak. Mungkin kita dianggap aneh. Mungkin kita harus memilih ikhlas dan merelakan sesuatu yang kita idamkan tidak terjadi demi panggilan hidup kita.
Ada banyak kemungkinan yang kita belum tahu ke depan seperti apa kita ini nantinya, tetapi tempuhlah!… jalani saja. Tak perlu khawatir! Penyertaan Allah tetap!
Jika kita lebih mengutamakan panggilan kita dengan segala konsekwensinya dibandingkan dengan segala idaman yang ada dalam benak kita, itu artinya kita sudah selesai dengan diri kita di dunia ini.
Tentu ini sering tidak spontan otomatis terjadi. Butuh proses yang harus ditempuh… ada pergumulan.
Karena itu pertanyaannya adalah: apakah kita sedang dalam proses menuju selesai dengan diri kita di dunia ini? Tentu kitalah yang bisa menjawab pertanyaan ini atas diri kita, bukan orang lain. Bahkan kitapun jangan berupaya menjawab apakah seseorang telah selesai dengan dirinya di hadapan Allah. Itu pergumulan dan tantangan masing-masing orang di hadapan Tuhan.
Kita doakan agar semua kita dapat selesai dalam panggilan hidup kita sesuai dengan keyakinan yang Tuhan beri.
Doa kita;
“Tuhan, ajar aku dan bawa aku dalam proses hidupku untuk menjadi selesai dengan diriku di dunia ini. Apapun yang Engkau tetapkan menjadi bagianku atas diriku, aku terima itu sebagai ketetapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin!”
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai, meneguhkan, dan memberkati kita dalam panggilan-Nya sesuai ketetapan-Nya. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




