Apakah Jawabmu ?

Viewed : 1,004 views

RENUNGAN
Efesus 3:6-7
yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.

Rasul Paulus banyak dipakai Tuhan menyampaikan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi. Paulus dengan rendah hati dan yakin katakan bahwa dia adalah pelayannya… pelayan dari orang-orang bukan Yahudi.

Ini tentu luar biasa, bagaimana Paulus sampai dipilih Allah dan Rasul Paulus bersedia dan mau.

Bagaimana dengan kita?

Para sahabat, mari sejenak merenung dan melihat hidup kita saat ini…

Apakah kita siap dan mau serta memiliki hati dan semangat untuk dipakai Tuhan melayani orang-orang sekitar kita menyampaikan kabar baik?

Apakah kita memiliki hati untuk menolong orang bertumbuh dalam mengenal Tuhan Yesus?

Soal banyak atau sedikit, soal besar atau kecil adalah soal kapasitas dan kesempatan kita masing-masing, namun adakah peran kita menolong orang untuk bertemu dengan Yesus?

Apakah ada peran kita membuat orang bertumbuh dan semangat untuk dekat dan belajar kepada Yesus?

Apakah cukup bagi kita untuk hidup sejahtera dan berkecukupan menurut ukuran kita?
Cukupkah sampai di situ saja dan selesai?

Masing-masing kita akan memiliki jawaban atas pertanyaan ini dan mungkin kita merasa tak perlu menjawabnya.

Tentu tidak apa-apa juga, sebab pertanyaan ini spontan muncul sebagai refleksi dari pernyataan Paulus bahwa dirinya adalah pelayan Injil. Pertanyaan ini mungkin bagi kita tidak penting juga sebab tak berkaitan langsung dengan profesi dan skill kita. Bukan pula UjianTengah Semester atau Ujian Akhir Semester bagi para anak sekolah.

Hanya saja berulang sampai bosan kita akan terus ditanya dengan pertanyaan ini… bahkan kita pun mungkin bertanya-tanya juga kepada diri sendiri… Sebenarnya buat apa sih saya hidup?

Hanya saja mungkin jawaban kita belum fokus atau kita belum tuntas dan belum bersedia menjawabnya, padahal pertanyaan ini amat penting dan tentu jawabannya lebih penting lagi.

Tetap semangat sahabat…!

Selamat belajar…
Selamat bekerja…
Selamat beraktifitas…
Selamat melayani

Tuhan memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments