Yakobus 4:13-14
Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Hidup ini semestinya harus dipikirkan. Harus direncanakan, ditata dan diatur. Namun sering terjadi bahwa ternyata apayang terjadi tidak sama dan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan dan dipikirkan.
Harus disadari bahwa ada Tuhan yang mengendalikan segala sesuatu. Oleh sebab itu yang paling baik dilakukan adalah selaraskan rencana hidup ini dengan kehendak-Nya.
Kita rasanya kehilangan sesuatu yang besar jika kehidupan ini kita tempuh tidak di dalam rencana-Nya. Hidup ini hanya sekali saja. Tidak bisa diulang. Satu arah saja. Tidak ada yang dapat membuat kita dapat berbalik arah ke masa lalu untuk mengulang. Yang ada ke depan saja… irreversibel !
Di samping hanya sekali saja kita hidup, durasi dan waktunyapun sebentar saja… terbatas:
• sebentar… amat sebentar,
• sekali… hanya sekali,
• singgah… hanya singgah,
Keberadaan kita hidup di bumi ini seperti uap. Kita segera menyatu dengan keabadian. Kita hanya berkemah saja di lapangan perkemahan dunia ini. seberapapun bagusnya kemah kita… hanya sejenak saja. Tak disangka-sangka, kemah itu harus dibongkar. Hanya masalahnya apakah kemah itu akan dilipat baik-baik dan disimpan di tempat indah?… atau bagaimana?
Sebab itu biarlah kita menjadi bijak dan cermat dalam hidup yang hanya sekali dan sekejap ini. Walau kita perlu harta, namun hiduplah bukan untuk menumpuk harta fana yang akan ditinggalkan.
Hiduplah di dalam kehendak-Nya untuk siap menyongsong dan meyambut harta kekal di SANA.
Meski hidup kita hanyalah sebentar bagaikan uap, namun selagi masih ada waktu, hendaknya hidup kita menjadi uap beraroma harum menyegarkan; yang membuat penghirupnya merasa segar. Janganlah menjadi uap yang membuat orang-orang menutup hidungnya.
Selamat bekerja.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




