1 Samuel 12:24
Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.
Tentulah wajar dan normal jika dalam melakukan sesuatu, orang menginginkan hasil, karena hasil adalah buah dari apa yang telah dilakukan. Namun bagaimana pandangan ini dari Firman Allah?.
Hal yang menarik adalah perumpamaan Tuhan Yesus dalam Matius 25: 14-30.
Dalam perumpamaan itu diceritakan tentang hamba yang dipercayakan 5 talenta dan dapat mempersembahkan tambahan 5 talenta. Selanjutnya hamba yang dipercayakan 2 talenta dapat menambahkan 2 talenta lagi. Tetapi yang diberi 1 talenta tidak berbuat apa-apa.
Terhadap hamba yang berhasil Tuan memberi pujian, terhadap hamba yang tidak berhasil Tuan memberi teguran.
Kalau disimak baik-baik, Tuan berkata dengan pujian, ”Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia!”
Tuan tidak berkata, ”Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang sukses dan berhasil!”
Begitu juga terhadap hamba yang tidak berhasil, Tuan berkata_ ”Hai kamu, hamba yag jahat dan malas!”_
Tuan tidak berkata, “Hai kamu, hamba yang gagal!”
Jadi persoalannya bukanlah soal berapa besar hasil yang dilihat Tuan, melainkan bagaimana mereka setia dan taat menjalani proses dalam mendapatkan hasil.
Soal sukses dan gagal adalah hal yang wajar dan biasa dialami oleh siapapun silih berganti, dan dalam hal ini sering ada faktor x yang turut menentukan dan sulit diduga. Salah satu tentunya adalah karena berkat Allah. Namun sifat setia adalah sisi lain yang perlu dipikirkan dan perlu dilakukan dalam hidup ini.
Meskipun perolehan hidup kita serasa belum optimal, jangan kuatir! Besarkanlah hati dan tetaplah melakukan apa yang baik dengan proses yang benar. Allah kita bukanlah berorientasi kepada hasil yang kita peroleh, tetapi Dia berorientasi kepada proses dan kesetiaan kita.
Marilah tetap setia dan sungguh-sungguh menjalani seluruh proses hidup ini sesuai kehendak-Nya.
Selamat beraktivitas.
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Lefteris kallergis on Unsplash




