Cintailah Pekerjaan Kita

Viewed : 2,548 views

Kolose 3:23-24
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah Tuan dan kamu hamba-Nya

Motivasi untuk belajar, bekerja dan berusaha, bahkan dalam pelayanan adalah berbeda-beda bagi semua orang. Ada banyak faktor yang menyertai dan mempengaruhi.

Ada beberapa kiat dan tips agar semangat juang untuk bekerja menjadi naik… minimal stabil. Tips tersebut antara lain bekerjalah dengan semangat dan kembangkan rasa bahagia ketika bekerja.

Sedapat mungkin hilangkan rasa tertekan dengan cara membuat target yang wajar dan tidak ambisius (menurut saya), namun harus ada visi yang jelas yang berkaitan dan berorientasi kepada hidup kekal.

Target yang rendah (di bawah yang kita bisa), sering menjadikan tidak adanya gairah untuk melakukannya…
Sayang sekali!

Sedangkan target yang terlalu tinggi (di atas yang kita bisa), dapat membawa perasaan tertekan dan tidak nyaman.
Apa sih yang mau dikejar?

Cintailah pekerjaan kita apapun itu, yang penting halal.

Berpikirlah positif terhadap pekerjaan dengan prinsip bahwa pekerjaan itu haruslah membawa berkat dan manfaat bagi kita dan berdampak positif kepada orang lain.

Terutama harus diingat bahwa Tuhan harus dimuliakan dan dihormati dalam pekerjaan yang ditekuni. Rasul Paulus katakan, ”… … perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia … …”

Tuhan berkenan kepada setiap profesi/pekerjaan yang kita lakukan, karena memang Allah menyuruh kita untuk bekerja sesuai panggilan kita. Bahkan seorang pembantu yang sering diremehkan dan dipandang sebelah mata, adalah manusia sedarajat dengan kita dan sangatlah berharga. Buktinya betapa repot terkadang jika tidak ada pembantu di rumah bekerja.

Bukan jenis pekerjaan ataupun banyaknya untung yang memberi rasa nyaman dalam bekerja, tetapi pola pikir kita yang perlu harus selalu disetel dan ditera serta dicerahkan oleh firman-Nya.

Apabila berkat Allah menyertai, percayalah… damai sejahtera akan tercipta di tengah pekerjaan. Tuhan yang membuat kita mampu meresapi pekerjaan kita sebagai pemberian Allah.

Karena itu besyukurlah kepada-Nya atas setiap rejeki yang diterima melalui pekerjaan.

Syukurilah dan nikmatilah hidup ini dengan apa yang Tuhan telah beri dan apa yang akan dia beri seturut kehendak-Nya. Kecilpun sering sangat cukup dan memadai membuat kita bahagia. Besarpun terkadang belum tentu membuat perasaan kita lega.

Tetaplah optimalkan pikiran, upaya dan kesehatan untuk dapat bekerja dengan sebaik mungkin. Jadikan ketekunan sebagai dasar dalam bekerja dan melayani, serta libatkan Tuhan di dalamnya, sebab kita anak-Nya.

Itulah sebagian makna pemahaman saya akan firman Tuhan yang berkata, ”Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah Tuan dan kamu hamba-Nya.” (Kolose 3:23-24)

Sahabatku…
Ayolah… tetaplah semangat berkarya dan melayani di dalam kasih Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Christina @ wocintechchat.com on Unsplash

Comments

comments