Menilai Orang Lain

Viewed : 3,406 views

RENUNGAN
2 Korintus 5:16
Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

Dalam interaksi kita, kita selalu menilai orang lain dan tidak terluput kitapun akan dinilai orang. Dalam penilaian itu ada ukurannya.

Bila dibuat angka dari -10 hingga +10, berapa nilai orang-orang sekitar kita beri? Juga dapat nilai berapa kita di hadapan orang. Tentu sangat bervariasi. Sangat subjektif. Penilaian ini juga berubah-ubah. Itulah ukuran manusia.

Paulus mengungkapkan bagaimana dia menilai orang sebelum bertobat. Nilai-nilai manusia dia pegang utuh. Bahkan Kristus pun dinilainya dengan standar manusia. Tetapi setelah bertobat, pandangan Paulus berubah. Dia mengatakan “tidak lagi”… berubah total pandangan dan ukurannya terhadap manusia, apalagi terhadap Kristus.

Kita diingatkan untuk berubah dalam menilai orang. Bila kita telah bertobat hendaklah keluar kata: tidak lagi…*ya *tidak lagi menilai orang seperti dulu ketika kita masih berstatus manusia lama. Ukuran penilaian kita bukan lagi dari ukuran manusia. Kita diminta untuk menilai manusia sebagaimana Kristus menilai.

Kristus menilai manusia dengan kasih-Nya. Betapa Yesus mengasihi manusia berdosa agar bertobat dan menerima Dia. Dan betapa Yesus mengasihi orang yang telah menerima Dia dengan pemeliharaan-Nya yang sempurna.

Terserah apapun penilaian orang terhadap kita yang telah percaya. Yang jelas nilai kita sudah amat tinggi… seharga darah Yesus sebagai harga tebusan kita. Itulah ukuran kalau kita masih saja senang dengan istilah ukuran.

Tinggal sekarang mari kita hidup dan berbuat sesuai dengan status kita yang sudah amat tinggi itu. Biarlah anak Raja hidup sebagai anak Raja… dan Yesus adalah Raja kita.

Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments