Mendoakan Orang Lain

Viewed : 2,956 views

1 Timotius 2:1-38
Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita

2 Timotius 1:3
Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.

Setiap malam, seorang anak berusia 9 tahun rajin berdoa sebelum tidur.

Banyak hal yang didoakannya, antara lain agar mainannya tidak diganggu dan tidak diambil adiknya yang masih kecil.

Juga dia berdoa agar buah jeruk di depan rumahnya dijaga Tuhan, supaya tidak dicuri orang.

Dia berdoa agar besok tidak hujan sehingga bisa bermain naik sepeda.

Yang tak kalah penting dia berdoa agar besok ulangan matematikanya dapat nilai 10, meskipun dia hari ini tidak belajar karena banyak main game.

Yang terasa aneh, dia berdoa agar temannya yang suka mengganggu ada halangan, sehingga teman sekelasnya itu tidak datang ke sekolah besok. Dengan demikian dia merasa aman di sekolah tanpa gangguan.

Doa anak itu diulang setiap malam dan sama terus permintaannya, bahkan ketika makan, doanya tetap itu juga. Seluruh doanya tertuju kepada keinginannya. Dia hampir tidak pernah mendoakan orang lain.

Maklumlah anak yang masih sangat muda dan belum memahami apa sebetulnya arti doa, dan apa yang mestinya didoakan, sehingga nampak lucu doanya. Dia rutin berdoa seperti itupun, itu sudah sungguh luar biasa untuk anak seusia dia.

Boleh jadi, kita yang sudah dewasapun sebagian besar isi doa kita hanya untuk diri sendiri. Bila dilihat daftar doa kita setiap hari, mungkin kita masih lebih banyak mendoakan diri sendiri.

Mengapa demikian?

Karena secara alami manusia lebih fokus kepada keperluan dirinya sendiri, sehingga tidak tergerak dan belum terbeban berdoa bagi orang lain.

Ketekunan berdoa menunjukkan hubungan baik kita dengan Allah Bapa, dan dalam doa-doa kita, Tuhan sangat berkenan bila kita mendoakan orang lain. Hal ini salah satu yang menunjukkan bahwa kita peduli dengan orang lain. Hal itu juga berarti kita sedang membela dan memperjuangkan kepentingan orang lain di hadapan Allah.

Rasul Paulus menjadi pendoa syafaat, dan dia mengingatkan Timotius dan tentu mengingatkan kita semua untuk menjadi pendoa syafaat juga. Kita diingatkan agar kita terbuka untuk berdoa bagi orang lain.

Di dalam doa, kita sedang memperjuangkan agar Allah fokus kepada orang yang kita doakan, dan bukan kepada diri kita saja. Ini merupakan kerelaan dan sifat rendah hati karena sedang mengutamakan orang lain.

Mari kita bersama-sama saling mendoakan. Bukalah hati untuk siap berdoa bagi orang lain dengan permohonan yang tak putus-putusnya di hadapan Allah.

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments