Perempuan yang Berzinah

Viewed : 7,861 views

RENUNGAN
Yohanes 8:7
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Kutipan ayat di atas adalah perkataan Yesus ketika seorang wanita ketangkap basah berbuat zinah. Mereka sedang mencobai Yesus. Mereka menjebak agar melalui ucapan-Nya, Yesus dapat dipersalahkan. Mereka mengatakan bahwa menurut hukum, perempuan itu harus dilempari.

Yesus menjawab dengan jitu… siapa yang tidak berdosa, dialah yang berhak sebagai orang pertama melempari perempuan itu.

Mendengar jawaban itu, orang banyak… orang Farisi… ahli Taurat bungkem tak bersuara. Mereka terdiam dan pergi satu persatu meninggalkan Yesus dan perempuan itu. Mereka sadari bahwa merekapun orang berdosa.

Di balik ucapan-Nya, sesungguhnya yang berhak pertama kali melempari perempuan itu adalah Yesus, sebab Dia yang tak berdosa. Yesus sebetulnya dapat mengambil batu dan mengajak orang banyak itu, “Ayo kita lempari perempuan ini…!”

Tapi Yesus mengashi perempuan itu. Dia mengampuni. Dia tidak menghukum. Dia dengan lembut berkata…
“Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:11b)

Posisi kita sama dengan wanita itu. Kita tidak lebih baik dari perempuan yang berzinah itu. Selayaknya kita dihukum oleh karena dosa dan pelanggaran kita. Namun kita tidak dilempari Yesus hingga mati. Kita bersyukur Yesus sudah mengampuni dosa-dosa kita.

Apa yang hendak kita katakan dan perbuat?

Marilah kita bersyukur dan terus bersyukur akan pengampunan Yesus. Kita memuji-muji Yesus senantiasa. Bersyukur dan memuji Yesus menjadi kekuatan dan pendorong bagi kita untuk berbuat apa yang baik dan benar. Kasih-Nya membuat kita berkomitmen turut ambil bagian dalam pekerjaan-Nya.
Puji Tuhan…

Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments