Yesaya 49:15
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
Sekali peristiwa, seekor induk ayam yang memiliki anak-anak yang masih kecil; berani melawan seekor elang demi melindungi anak-anaknya. Sampai-sampai elang itu tak berani mendekat dan akhirnya terbang pergi jauh.
Ayam yang biasanya jinak, bila sedang memiliki anak-anaknya yang baru saja ditetaskan dari telur, sulit didekati. Ayam tersebut mau mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi anak-anaknya terhadap gangguan apapun.
Umumnya binatang memiliki naluri menjaga dan membela anak-anaknya yang masih kecil.
Dalam level lebih tinggi, ibu yang baru bersalin sangat memperhatikan bayinya. Apapun mau dilakukan seorang ibu yang baik demi bayinya. Tidaklah mungkin dia melupakan bayinya.
Ada kisah yang mengharukan dimana seorang ibu yang baru bersalin; bayinya harus dirawat untuk sementara waktu di rumah sakit karena ada semacam penyakit yang diderita bayi itu. Menyedihkan karena ibu itu tidak dapat pulang bersama bayinya.
Sampai di rumah, ibu itu terus teringat akan anaknya yang baru saja lahir. Ingin kembali saja ke rumah sakit. Kurang cepat rasanya hari berganti agar dapat pergi ke rumah sakit lagi melihat anaknya. Dia ingin menyusui langsung. Ingin menggendong. Ingin menyentuh. Ingin mencium. Ibu itu ingin bercanda dengan bayi terkasih meskipun bayinya belum mengerti apa artinya bercanda. Sungguh besar dan mulianya kasih seorang ibu.
Dalam tingkat yang paling tertinggi adalah kasih Allah. Allah sangat mengasihi kita anak-anak-Nya. Kasih Allah sungguh besar melebihi kasih seorang ibu kepada anaknya.
Nabi Yesaya mengatakan bahwa sekalipun ada kemungkinan seorang ibu melupakan bayinya, namun Allah tidak akan melupakan anak-anak-Nya.
Berbahagialah kita anak-anak Allah. Janji Allah adalah; Dia tidak akan melupakan kita.
Peganglah janji ini!
Yakini sepenuhnya!
Sebaliknya, kitapun jangan melupakan Allah ke manapun kita pergi dan di manapun kita berada di setiap waktu.
Yakinlah bahwa Allah senantiasa hadir dalam segenap hidup kita. Berikan kepada Allah sepenuhnya untuk mengendalikan hidup kita. Tempatkanlah Allah di tempat utama dan terhormat di dalam hati kita… dan taatlah kepada-Nya.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




