Apa Artinya Cukup?

Viewed : 530 views

2 Korintus 9:8
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Allah memiliki segala-galanya. Dia sanggup memberi apa saja kepada kita seperti membalikkan tangan. Akan tetapi pesan rasul Paulus mengatakan, “… …. supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan,”

Apa artinya cukup?

CUKUP adalah kata kualitatif. Tidak jelas berapa angka dan nominalnya. Pengertiannya relatif.

Cukup bagi sahabat, mungkin kurang bagi orang lain atau berlebih buat saya. Kurang bagi orang sebelah, mungkin sangat banyak dan melimpah buat saya.

Cobalah berikan uang Rp. 25.000 kepada orang yang punya banyak uang. Mungkin dia terima uang itu, tapi tidak terasa apa-apa bagi dia dari segi jumlah. Uang itu diletakkan begitu saja di mejanya. Atau disumbangkannya kepada orang lain. Boleh jadi dia tidak menerima uang yang jumlahnya cuma segitu.

Lantas cobalah uang tersebut diberikan ke seseorang di pertigaan jalan yang menolong memberi jalan. Pastilah orang itu senang sekali. Baginya itu rejeki besar. Dengan suara nyaring dia akan berkata, “Terima kasih Pak!”

Inilah sedikit gambaran sederhana bahwa pengertian “cukup” atau “kurang” berbeda-beda bagi semua orang.

Apa yang dikatakan Paulus tentang hidup berkecukupan, mengandung makna bahwa hidup kita sungguh dijamin Allah. Dengan pemahaman hidup berkecukupan; hal itu menolong kita untuk memahami dan berprinsip serta berpikir hidup sederhana. Kita tidak menjadi rakus dan tidak memaksakan diri hidup meniru gaya orang lain yang tidak sesuai dengan kita. Bagaikan minum kopi manis; pas kentalnya dan pas gulanya. Tidak ngilu gigi karena kemanisan dan tidak hambar karena kurang gula. Sesuai lidah kita… cukup!

Bekerja keras dan berupaya untuk dapat banyak uang boleh-boleh saja. Malah keharusan bagi orang tertentu untuk modal usaha. Akan tetapi pikiran haruslah sederhana. Ada selalu kata cukup dalam hati dan pikiran.

Rasul Paulus juga mengatakan: “… … berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.” Inilah yang seharusnya ada dalam pemikiran kita: ingin berlebih dalam melakukan KEBAJIKAN.

Hendaklah kita selalu berpikiran bahwa apapun yang telah kita lakukan, kita selalu merasa seakan kita masih saja kurang berbuat kebajikan, bukan merasa kurang rejeki.

Hendaklah segenap usaha-usaha kita, bagaimana giatnya kita bekerja, kegigihan kita berkarya, jabatan yang tinggi, suksesnya dalam karir, bisnis yang maju, ketekunan berdoa… semuanya itu didasari dengan kerinduan kita untuk mengabdi. Kita termotivasi berbuat kebajikan bagi sesama. Mari pikirkan dan upayakan ini.

Kita ingin sukses… itu pasti, tapi jangan ngotot!Seimbangkan ingin sukses itu dengan rindu melakukan kebajikan. Biarpun saat ini mampunya kita masih hanya dalam hal-hal kecil saja… tak apalah! Doakan agar ke depan menjadi lebih dan semakin besar.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai, memberkati, dan menolong kita untuk berbuat apa yang baik dan berkenan kepada-Nya. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments