Jangan Menjadi Batu Sandungan

Viewed : 1,513 views

1 Korintus 8:13
Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Rasul Paulus berbicara tentang makanan, dimana dia katakan kalau makanan yang dia makan membuat orang tersandung, maka bagi dia lebih baik tidak akan makan lagi, tahan diri.

Inilah salah satu wujud penyerahan hidup total Paulus sebagai pelayan Tuhan. Dia harus disiplin dan rela berpantang kepada sesuatu yang sebetulnya bukan pantangan bagi dia… dia menahan diri demi keselamatan orang lain. Dia harus terbebas dari bentuk keinginan akan sesuatu demi pelayanannya.

Bagaimana dengan kita? Apakah ada sesuatu yang mengikat kita yang rasanya bagi kita tidaklah masalah, tetapi masalah bagi orang lain dalam konteks iman dan pengenalan akan Allah?

Dari pandangan dan apa kata Paulus, sesungguhnya tidak terbatas perihal makanan saja, itu adalah sebuah contoh saja. Semua hal menyangkut hidup kita… gaya hidup kita sebagai anak Tuhan, upayakanlah agar tidak ada hal apapun yang membuat orang tersandung imannya.

Berkaitan dengan iman, maka segala sesuatu yang mungkin no problem bagi kita, tetapi jika menjadi sandungan bagi orang lain, hindari saja lebih baik. Inilah satu bentuk kesaksian hidup dan harga pelayanan dan penyerahan kita kepada Tuhan sebagai pelayan dan hamba sahaya-Nya.

Sebab itu, tanpa menilai orang lain, mari kita cermati diri sendiri, apakah ada sesuatu dalam diri kita yang membuat orang terhalangi dalam mengenal Kristus?
Bila ada, tanggalkanlah itu!
Bila tidak ada, Puji Tuhan… tetaplah bertahan seperti itu.

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments