Supaya Senantiasa Layak di Hadapan-Nya

Viewed : 845 views

2 Timotius 2:15
Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.

Sebagai seorang pegawai di dunia kerja, kita harus berupaya bekerja sungguh-sungguh. Dituntut keprofesionalan kita. Dengan itu kita dinilai dan dihargai.

Kinerja yang baik menjadi salah satu dasar untuk naik pangkat, untuk dapat bonus kerja, untuk dipromosikan, untuk dipertimbangkan menjadi pimpinan, dan sebagainya.

Untuk dan demi mencapai kinerja yang baik, kita rela melakukan apa saja sesuai dengan tuntutan, sesuai butir-butir deskripsi tugas, sesuai visi dan misi, bahkan bila perlu melampaui apa maunya pimpinan. Dan ada saja orang sampai stress mau melakukan di atas kemampuannya yang sebenarnya demi capaian kinerja.

Untuk pemimpin di dunia inipun kita harus sunggguh-sungguh dengan berbagai motivasi yang tersembunyi dalam hati kita, maka… bagaimana dengan PEMIMPIN kita yang KEKAL… Tuhan Yesus?
Seriuskah kita?

Sebagai murid dan pekerja Kristus, seharusnya ada usaha kita untuk senantiasa layak di hadapan-Nya. Layak dapat berarti pantas atau patut… adakah kata yang lain?

Bila kita melakukan apa yang layak di hadapan-Nya, maka kita tidak akan malu bila nanti kita bertemu dengan Dia. Bila kita tidak layak, maka tentulah sebaliknya yang akan kita alami kelak… malu bertemu Dia. Sebab bagaimanapun juga kita pasti akan menghadap Dia.
Ini bukanlah ancaman yang membuat kita takut… sama sekali tidak, tetapi sebagai pengingat dan penyegar untuk kita tetap semangat, setia, taat dan serius dengan Tuhan dan pekerjaan-Nya… sebab kita adalah murid dan pekerja-Nya.

Dalam hidup kita yang hanya SATU KALI SAJA dan SINGKAT di bumi bulat ini, marilah kita bersama-sama lebih serius dengan Tuhan!

S E M A N G A T ! !

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Marko Lovric from Pixabay

Comments

comments