Mazmur 139:17-18
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!
Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.
Bagaimana kita memahami bahwa Allah Maha Tahu?
Sederhananya mungkin bahwa apapun Allah ketahui… dan memang demikianlah Allah kita!
Seorang pemimpin butuh penasehat.
Seorang olahragawan butuh pelatih.
Seorang penguasa butuh para pendamping.
Akan tetapi Allah tidak butuh itu semua. Dia adalah Allah yang mutlak berotoritas atas apapun. Allah kita bebas melakukan apa saja yang Dia mau.
Daud membuat suatu analogi bahwa untuk mencoba mengukur dan menghitung kedalaman dan kebesaran pikiran Allah… laksana kita menghitung jumlah pasir… berapa itu? Tidak bisa kita hitung… dan Allah lebih dari itu. Seandainya Daud guru Matematika, dia ingin mengatakan bilangan tak berhingga.
Mari kita bersyukur bahwa kita adalah ciptaan dan milik dari Allah Yang Maha Tahu… dan disempurnakan rasa syukur kita bahwa Allah juga Maha Kasih. Kita akan aman dan nyaman bersama Dia.
Kita bersyukur dan beruntung bahwa kita diperkenankan mengenal Allah Maha Sempurna di dalam Yesus Kristus.
Mari kita semakin mengenal Dia di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Puji Tuhan !
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Jeff Jacobs from Pixabay




