Sabar

Viewed : 2,273 views

RENUNGAN
Kisah Para Rasul 13:18
Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun.

Ada sebuah bangsa yang begitu tertib hidupnya dan aman negaranya. Mereka patuh kepada aturan. Tidak dengan gampangnya melanggar hukum dan kesepakatan. Etos kerja bagus.

Ketika ditanyakan mengapa bisa seperti itu, seorang warga tersebut menjawab hal itu terbentuk dari sebuah keyakinan bahwa jika berbuat buruk, maka Tuhan (dewa bagi mereka) nanti akan menghukum dalam api. Sebaliknya jika berbuat kebaikan maka mereka akan dibawa nanti ke tempat menyenangkan penuh kenikmatan dan bunga indah semerbak.

Prinsip tersebut adalah prinsip umum agama secara umum. Bagi kita umat Kristen berbeda karena keselamatan adalah anugerah.

Namun penting bagi kita untuk belajar dari bangsa Israel. Bangsa Israel adalah bangsa pilihan. Sebagai umat pilihan, mereka tidak sepenuhnya dan tidak patuh melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Tuhan harus ekstra sabar terhadap mereka. Paulus ingatkan 40 tahun Tuhan bersabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun.

Berapa lamakah Tuhan harus ekstra sabar terhadap kita anak-anak-Nya?

Ya… memang Allah kita panjang sabar, dan kita juga hidup di padang gurun dunia ini. Akan tetapi haruskah Dia berbuat ekstra dalam kesabaran-Nya disebabkan kita yang lamban mendengar dan lamban berbuat?
Apakah kita bersembunyi di balik anugerah sebagai alasan tidak berbuat apa-apa?

Jika bangsa yang tidak secara benar mengenal Allah berusaha dan mampu hidup tertib dengan perilaku baik berdasarkan prinsip tabur-tuai, maka kita semestinya merasa risih dan ada perasaan malu jika kualitas hidup dan perilaku kita di bawah mereka. Paling tidak sejajarlah. Itulah pergumulan dan perjuangan kita.

Marilah kita memanfaatkan kesabaran Allah sebagai kesempatan untuk terus berbenah diri… untuk semakin menyempurnakan perilaku dan karakter kita.

Sebagai anak-anak Allah yang baik, janganlah membiarkan Tuhan mengeluarkan jurus ekstra-Nya dalam hal kesabaran membentuk kita.
Semoga…!!

Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments