Mazmur 37:5-6
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memuncul-kan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
Perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Tanah Kanaan sungguh amat panjang dan berliku-liku. Mereka menempuhnya dalam waktu yang lama. Kalau dilihat dari peta, sesungguhnya mereka tidak usah menempuhnya dalam waktu selama 40 tahun.
Perjalanan mereka banyak diwarnai pemberontakan dan ketidakpatuhan. Saat mereka melihat keajaiban Tuhan atau merasa Tuhan memberikan apa yang mereka mau, mereka patuh sementara. Akan tetapi tidak bertahan lama. Mereka segera tidak mengindahkan lagi apa yang Tuhan inginkan.
Ada saja alasan mereka untuk melupakan Tuhan. Ada saja penyebabnya yang membuat mereka tidak mau patuh kepada perintah Allah. Meski Tuhan begitu baik, namun mereka sering penuh tuntutan dan ketidakpuasan. Keras hati. Tidak mau mendengarkan apa kata Tuhan. Akibatnya Tuhan harus mendisplin mereka. Mereka harus lebih lama lagi mengembara di padang gurun.
Peristiwa yang sangat fatal adalah ketika mereka tidak yakin akan pertolongan Tuhan dan mau melempari Yosua dan Kaleb, sebab Kaleb dan Yosua begitu percaya dan mau taat kepada Allah (Bilangan 14).
Perjalanan hidup kita sering seperti orang Israel di padang gurun. Sulit dan berliku-liku karena ketidakpercayaan kita kepada Tuhan.
Memang sering kesulitan kita alami karena Tuhan mengijinkannya, sebab ada maksud Tuhan yang baik dan mulia dibalik kesulitan itu. Tetapi ada kesulitan-kesulitan lain yang kita alami justru karena kita yang mengundangnya akibat ketidakpatuhan kita kepada-Nya. Kita tidak mendengar apa yang baik yang semestinya kita lakukan. Karena itu Tuhan mengijinkan kesulitan itu kita alami untuk mendisplin kita.
Karena itu marilah kita menjadi penurut-penurut Allah. Marilah kita mematuhi perintah-Nya. Jika kita mendengar Tuhan dan mematuhi perintah-Nya, niscaya kita akan memperoleh pertolongan-Nya.
Marilah kita memiliki hati seorang murid yang mau mendengar apa kata guru. Kristus Guru kita yang sejati. Mari kita belajar kepada Dia melalui perkataan-Nya yang tertulis dalam firman Tuhan. Bersama Yesus, hidup kita akan senantiasa dibaharui dan dibangun.
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita.Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Regiane Tosatti




