Mazmur 34:8
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
Salah satu beban berat yang sering muncul dalam hidup ini adalah perasaan tidak puas dan merasa diri selalu kekurangan. Perasaan kurang puas membawa kita ke dalam situasi tidak bersyukur.
Sama halnya dengan bangsa Israel di tengah perjalanan dari Mesir ke Tanah Kanaan. Mereka sudah merasakan campur tangan Tuhan yang luar biasa. Tuhan sudah memberikan kepada mereka tanda-tanda ajaib yang tidak dirasakan oleh bangsa lain. Tetapi tetap saja mereka tidak puas dan seolah tidak merasakan kebaikan Allah.
Mereka selalu melihat hal yang belum mereka peroleh. Mereka bersungut-sungut. Bahkan mereka memberontak dan tidak menghormati Allah. Akibatnya Allah sering mendisplinkan bangsa ini dengan berbagai cara.
Bukankah hidup kita juga sering seperti itu?
Sering pikiran kita tertutup melihat kebaikan demi kebaikan Allah.
Yang sering kita persoalkan adalah hal-hal yang belum Dia berikan, sementara apa yang sudah Dia telah beri kita anggap biasa saja, karena itu kita lupa bersyukur.
Kita diingatkan untuk memeriksa hidup kita. Lihatlah betapa baiknya Tuhan itu. Dia andalan kita yang selalu memberi apa yang terbaik dan selalu memberi jalan keluar ketika kita menemukan kesulitan.
Allah adalah Bapa kita sebagai sumber harapan yang dapat memberikan kepuasan. Oleh sebab itu marilah kita senantiasa bersyukur. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
Selamat beraktifitas.
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by NoName_13 from Pixabay




