Betapa Baiknya TUHAN

Viewed : 1,295 views

Mazmur 34:8
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Karena masih belum dewasa pemikirannya, seorang anak kecil merasa kesal dan iri karena setiap bulan tukang kebun mendapat uang dari ibunya, sementara ia tidak mendapat uang seperti itu. Dia katakan bahwa tukang kebun itu kerjanya hanyalah memotong rumput saja.

Karena tak tahan lagi, anak itu menyatakan kekesalannya kepada ibunya. Dia membeberkan ”betapa dia baik dan berjasa.”

Anak kecil itu katakan bahwa dia tekun belajar dan rajin mengerjakan PR. Tidak pernah tinggal kelas dan nilainya selalu bagus. Rajin gosok gigi. Sering bantu ibu menyapu halaman belakang. Dia tidak nakal. Tidak sulit disuruh makan… apa sih kurangnya? Mengapa dia tidak pernah mendapat uang setiap bulan?

Entah dari mana hitungan rumusnya, menurut anak itu dia layak dan pantas mendapatkan 2 juta rupiah dari ibunya setiap bulan. Diapun merengek tidak mau lagi dekat dengan ibunya.

Lantas sang ibupun memberi respons.

Ibunya berkata bahwa dia harus dioperasi sewaktu anaknya itu lahir. Untuk itu harus banyak biaya keluar. Ketika masih bayi, setiap malam ibunya selalu berjaga sehingga tidak bisa tidur. Ibu juga harus masak setiap hari dan nyiapin susu. Kalau anaknya sakit, harus diobati ke dokter dan untuk itu sudah banyak uang habis. Itu belum semuanya. Kalau dihitung-hitung, ibunya juga mengeluarkan rumus jitu: anaknya harus membayar dengan menyicil sejak sekarang sebesar 12 juta rupiah setiap bulan dipotong uang 2 juta yang diminta anaknya.

Anaknya tidak dapat berkata-kata lagi… diam seribu bahasa.

Karena ketidakmengertian dan ketidakdewasaan, kitapun sering seperti anak kecil itu membuat rumus suka-suka di hadapan Tuhan. Sering kita menghitung-hitung dan menuntut Tuhan; mengapa Dia tidak memberi apa yang kita inginkan? Kitapun membuat kesimpulan sendiri bahwa Tuhan tidak adil. Kita jadi capek karena mengasihani diri sendiri.

Jikalau Tuhan balik menghitung, sebetulnya kita berhutang sangat banyak dan tentu kita tidak sanggup membayar. Kita berhutang nyawa. Dapatkah kita bayar lunas?
Tentu tidak!

Oleh sebab itu bersyukurlah. Janganlah membuat kesimpulan sendiri terhadap tindakan Tuhan atas apa yang telah Dia berikan.

Dia selalu memberi apa yang terbaik bagi kita.
P e r c a y a l a h i t u !

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah,

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Mathilde Langevin on Unsplash

Comments

comments