Sahabat! Allah telah memilih Anda sebelum dunia ada (Efesus 1:4)! Serasa dalam keabadian, Dia mendeklarasikan kepada diri-Nya sendiri: ‘Aku suka kamu!’ Maklumat ini bergema di dunia baka hingga sekarang, di abad ke 21 ini. Itu akan langgeng terus sampai selama-lamanya. Konsekuensi kebenaran ini sangat signifikan, utamanya, dalam kehidupan kita. Tunggu dulu, maksudnya?
Begini. Bisa jadi selama ini Saudara merasa harus berbuat sesuatu dalam kegiatan-kegiatan rohani agar masuk dalam katagori umat pilihan Tuhan! Sudahlah, berhentilah dari usaha itu. Mungkin saja, walau ‘halus’, muncul suara di hati agar lebih giat melayani agar lebih dikasihi-Nya! Sudahlah, tak usah dihiraukan suara ‘halus’ itu! Sejatinya, saya merasa harus mempertahankan standard level rohani supaya senantiasa dilirik Tuhan! Sudahlah, itu palsu bukan ‘sejati’! Jika kebenaran itu telah merasuk sanubarimu, dikau akan bebas bebas sebebasnya!
Aaahhh! Bagaimana bisa namaku sudah ada dalam hati Allah sebelum aku lahir? Macam mana pula dapat memahami keabsahan dalil ini? Dengan jalan apa kebenaran ini dapat dicerna logika dan disambut hati?
‘Kebenaran ini membuat tidurku terganggu!’ Apakah ini mimpi atau nyata? Manalah aku tahu.
Aku berpapasan dengan satu keluarga harmonis di usia pernikahan 3 dekadean! Untuk mendapatkan anak, pasangan ini ‘jatuh bangun’. Usaha tak sia-sia. Tuhan memberkati mereka dengan anak putra satu-satunya, si Kholil. Mereka dari keluarga sederhana saja. Akan tetapi, sejak dari kecil, Kholil mendapatkan kasih yang melimpah dari ke dua orangtuanya. Kasih yang meluap dari hubungan mesra suami-istri.
Kholil tumbuh menjadi pria yang dewasa dan sangat mencintai papa mamanya. Cinta mengikat mereka menjadi satu jiwa tak terpisahkan. Seumpama pakaian, cinta mereka bertiga tak dapat robek. Namun apa lacur, seorang gadis berhasil ‘merobek’ hati Kholil. Cinta Kholil gayung bersambut. Singkat ceritera, cinta mereka berdua berpadu satu sepakat dilabuhkan di bahtera perahu, rumah tangga. Akan tetapi, sejauh ini Kholil belum ceritera apapun ke papa mama tentang pujaan hatinya itu! Masyaaallah..!
Di sore menjelang magrib. Selagi kami dengan ke dua orangtua Kholil asyik ngobrol sambil minum teh ‘Sumatera Golden Tea.’ Kholil menghampiri dengan pelan dan ragu-ragu. Kholil duduk di sampingku berhadapan dengan papanya. Tak berlangsung lama. Kholil dengan bibir gemetar menceriterakan tentang si gadis pujaan hatinya.
Suasana hening sejenak. Jarum jatuhpun terdengar. Kami jadi kagok. Papa mama saling lempar pandang. Selepas itu: ‘Kholil, kalau kau sudah senang, kamipun senang! Andai kau menerima apa adanya dia, kamipun demikian! Dan jika kau cinta dia, kamipun mengasihinya!’ Ujar papa sambil memegang tangan mama.
‘Tapi..?’, lanjut Kholil. ‘Papa mama kan belum pernah temu dia!’, dengan nada agak ragu. ‘Papa mama mengasihimu dan percaya kepadamu. Jadi, siapapun yang kau pilih, itu juga pilihan papa mama!’
Lantas papa berdiri diikuti mama dan spontan memeluk anak kesayangan. Kholil tak dapat menahan emosinya. Bertiga mereka saling pelukan. Aaahhh, larut juga kami melihat adengan ini. Ups!, pelan namun jelas terdengar, papa berbisik: ‘Sekarang kita berempat, calonmu itu sudah bagian tak terpisahkan dari keluarga kita!’
Wow wow wow! Dialog dan adegan itu tak mungkin terlupakan. Papa mama dapat menerima dan mengasihi si gadis bukan karena parasnya. Tidak pula karena perangainya. Apalagi karena latarbelakangnya (kan belum pernah jumpa apa lagi kenal si gadis!). Tetapi semata-mata karena papa mama mencintai Kholil!
Engkau telah mengasihi Aku [Kristus] sebelum dunia dijadikan. (Yohanes 17:24)
Sebab di dalam Dia [Kristus] Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, (Efesus 1:4)
Kasih Bapa kepada Kristus adalah dasar Anda telah dipilih sebelum dunia dijadikan. Seumpama kisah cinta Kholil, dalam diri Kholil-lah si gadis sudah dikasihi papa mama sejak Kholil ‘falling in love.’ Itu jauh sebelum dia memperkenalkannya kepada ke dua orangtuanya! Cinta memang misterius. Cinta dapat melampaui waktu bahkan menembus batas ketidakmungkinan. Dalam Kholil, eeehhh maaf, dalam Kristus Allah telah memilih Saudara jauh sebelum Saudara sadar! ‘Aaahhh, aku jadi bisa tidur pulas.’ Bagaimana tidur Saudara? (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.
Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM |
Image by Gracini Studios from Pixabay

