61. ‘Permanent Tattoo’

Viewed : 928 views

Sahabat! Bagaimana dengan tour imajinernya? Tentu akan bermunculan kisah inspirasi imajinatif ketika bertemu dengan Adam.  Manusia pertama, nenek moyang semua manusia, the great great great… Bulang, Ompung, Opa Adam. Sayang seribu kali sayang! Alkitab saya ada 1350 halaman dan kisah Adam-Hawa hanya ada dalam 2 halaman lebih sedikit. Dan itupun lebih banyak ceritera tentang penciptaan. Wajar! Banyak yang samar-samar. Alkitab, sumber utama, tak banyak berceritera tentang ‘apa yang terjadi kala Adam seorang diri!’ Ini sama aja dengan berusaha mengetahui alur dan akhir ceritera sebuah film durasi 120 menit namun hanya sempat nonton 2 menit pertama! Bisa?

Jadi, bagaimana dong mengetahui apa yang terjadi dalam Taman Eden? Ya, bagaimana ya? Wah! Kalau otak dan logika mentok, biarlah hati yang rindu dan haus memimpin di depan! Hati sering banyak akal. Ibarat ‘puzzle’, 1348 halaman Alkitab menceriterakan samar-samar dan berserakan apa yang terjadi di 2 halaman tersebut. Butuh kesabaran untuk menempatkan lagi keping demi keping sehingga gambar puzzle tersebut terujud. Siap?

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mazmur 17:15)

Wow! Pemazmur secara gamblang menggambarkan apa yang di alami Opa Adam kala bangun pagi! Eeee, tunggu dulu! Memangnya ada pagi hari, memang Adam perlu tidur? Bagaimana Adam bisa puas dengan rupa Allah? Apakah tidur merupakan ‘ritual’ Adam untuk bertemu Allah? Wow. Adam dapat memandang wajah Allah! Tak heran, ajakan pemazmur sepanjang zaman untuk ’carilah wajah-NYA selalu!’ (Mazmur 105:4).

Ia [Yesus] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, (Kolese 1:15, versi NIV, ’He is the image of the invisible God,’).

Wah! Apakah ini berarti sebelum peristiwa Natal di Betlehem, Adam telah terlebih dulu bertemu Yesus? Dan Adam puas dengan perjumpaan tersebut! Aaahhh, bagaimana mungkin? 

”Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku [Yesus] dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yohanes 8: 56-58)

Ups!, kalau Adam puas bertemu Yesus. Abraham? Yes, Abraham bersukacita dengan hanya melihat hari-Nya! Apa gerangan yang diperbincangkan kala Adam bercengkrama dengan Yesus di Taman Eden?

Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu. (Ayub 14:15)

Gayung bersambut. Adam puas bertemu dengan Allah. Dan sebaliknya Sang Pencipta ‘rindu’ bertemu dengan makhluk ciptaan-Nya! Wow wow wow. Sungguh indah relasi Adam dan Allah. Dan kala Allah menginjakkan kaki-Nya di Taman Eden, Adam dengar dan bersegera menghampiri (Kejadian 3:8). Adegan kemesraan ini berulang dari waktu ke waktu. 

Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. (Yeremia 31:3)

Sssttt! Angin sepoi-sepoi berhembus lembut di keheningan pagi. Allah menghampiri Adam sambil berbisik seakan berjanji: ‘Aku mengasihi engkau hingga kekekalan.’ Sambil Dia memperlihatkan tato permanen di telapak tangan-Nya!  Wah..!

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Image by Free-Photos from Pixabay

Comments

comments