60. ‘Tour Imajiner’

Viewed : 1,340 views

Sahabat! Ingatlah kita ini karya monumental. Sepertinya Allah habis-habisan mengeluarkan segala ‘kemampuan’-Nya untuk menciptakan manusia. Dan…Ups! Tak heran hasil karya itu memang layak disebut sebagai masterpiece. Maaf! ‘Mengapa disebut seperti itu?’ Begini! Masterpiece itu artinya tidak ada duanya. Itu satu-satunya karya yang semacam itu. Kalau ada copy ataupun kembarannya, ya itu namanya bukan masterpiece. Demikian unik dan monumentalnya manusia. Sampai-sampai Sang Maestro sendiri kala memandang buatan tangan-Nya ‘kagum dan terheran-heran’ dan bergumam: ’seperti Kita kali ya’ (Kejadian 1:26. BIS dengan gubahan). Atau bahasa yang lebih gaul: ’Aku kali manusia itu!’

Manusia! Maha Karya dari Sang Maestro. Manusia adalah cetusan, ungkapan, ataupun curahan jiwa dari hati terdalam Sang Maestro. Semua yang Dia ingin ungkapkan tentang diri-Nya sudah tercermin utuh dan lengkap dalam diri Adam, manusia pertama! Dengan bahasa lain, jati diri Allah yang tak nampak itu jelas terlihat dalam wajah Adam. Bagi yang senang berpikir secara dimensi, maka Allah ingin menampakkan, menyatakan diri-Nya dalam dimensi ruang–waktu melalui Adam.

Ketika di hari ke-6, Allah melihat lagi manusia sebagai penutup seri penciptaann-Nya, Allah begitu puas. Dia seakan-akan lega karena apa yang diinginkan telah tercipta. Suasana hati-Nya itu disimpulkan dengan kata-kata yang begitu sederhana: ’sungguh amat baik.’ (Kejadian 1:31) Maksudnya? Maksudnya ya jelas! Semua yang diciptakan termasuk manusia, semuanya sempurna seperti yang diharapkan. Tak perlu ada ‘finishing touch’ untuk menyempurnakannya. Apalagi perbaikan sana sini! Semuanya sempurna, lengkap, sesuai dengan detail rancangan yang telah disiapkan jauh sebelumnya. Tak kebayang, kalau Allah harus minta advis dari makhluk lain untuk kesempurnaan pekerjaan-Nya! (Yesaya 40:14)

Sahabat! Itulah kata-kata yang Alkitab pakai dalam menggambarkan keunikan penciptaan manusia. Pemazmur dalam bahasa lebih gamblang berseru bahwa manusia itu: ’Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.’ (Mazmur 8:6) Wow, manusia itu hampir sama, mirip, seperti Allah. Adakah kata-kata lain yang lebih tepat menggambarkan uniknya manusia? Bukan itu saja, manusiapun dibungkus dengan jubah kemulian Allah (Roma 3:23).

Jika saja Sahabat ada kesempatan jalan-jalan ke Taman Eden. Semacam tour imajiner. Ups! Tak disangka, di luar jadwal tour, kita jumpa dengan Adam! Perlahan kita mendekati Adam. Dia tengah asyik bekerja. Dia ceria ketika memberi nama binatang. Tersenyum-senyum kala mengklasifikasi tumbuhan. Rasa kagum terpancar di wajahnya saat mempetakan gugusan bintang hingga galaksi (Kejadian 2:19). Ingin dengar ceritera Sahabat selepas mengikuti tour ini. Silakan berimajinasi. Bagaimana kesan ataupun ucapan kagum Saudara kala bertemu Adam?

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Image by Clker-Free-Vector-Images from Pixabay

Comments

comments