59. ‘Misteri Tato’

Viewed : 1,174 views

Sahabat! Kita ini ‘masterpiece’, hasil karya yang tak ada duanya! ‘Ia memberkati mereka dan memberi nama “Manusia” kepada mereka’ (Kejadian 5:2). Manusia adalah puncak karya Allah. Maha karya Ilahi. Ok! Lalu, apa artinya? Begini! Seandainya saja ada makhluk ‘lain’ datang dan berjumpa dengan manusia, maka makhluk itu akan berdecak kagum. Kalau saja manusia itu seorang putra, maka decak kagum itu akan disertai gumaman: ‘photocopy bapaknya kali dia!’ (Kejadian 1:26)

Sahabat! Kita ini hasil karya yang monumental. Orisinil alias asli bukan KW1. Apalagi kw-kw-an!  Karena ori, maka tidak ada duanya. Unik setiap pribadinya. Khas di setiap ‘guratannya.’ Mengapa demikian? Karena itu bukan produksi massal. Apalagi kodian! Bahkan sidik jari anak kembarpun berbeda!

’Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.’ (Mazmur 139:14)

Setiap manusia adalah hasil karya ‘ajaib’ dan ‘dahsyat’. Dibutuhkan kesempurnaan Sang Maha dalam menghasilkan karya monumental ini. Baik waktu menciptakan Adam maupun Saudara dan setiap umat manusia yang sudah ada maupun yang akan datang tanpa terkecuali! Aaahhh! Jiwaku sering lupa akan hal ini. Bagaimana dengan Sahabat?

Ngomong-ngomong, kalau ada jodoh sempat ke Paris. Jangan lupa singga di Meseum Louvre tempat lukisan ‘Monalisa’ yang ori karya monumental Leornado da Vinci (LdV) disimpan. Lukisan ini dilapisi kaca anti peluru dan dijaga dengan super ketat dengan pengaturan suhu ruangan yang super canggih. Begitulah sepantasnya perlakuan terhadap hasil maha karya.

‘Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya’ (Ulangan 32:10). ’sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya’ (Zakaria 2:8).

Wow wow wow. Bukan dilapisi dengan kaca anti peluru. Tidak juga bagai dilindungi lapis baja anti bom. Bukan Bukan Bukan! Namun, aku dikau dijaga bagai biji mata-Nya sendiri!

 Tak tahulah! Itu di luar nalar untuk memahaminya. Kita bukan saja dijaga super ketat oleh Sang Pencipta namun juga dibawah sorotan mata-Nya. 24 jam sehari 7 hari dalam seminggu (24/7)!

’mata-Ku tertuju kepadamu.’ ( Mazmur 32:8).

Kita diciptakan dengan segala ‘kemampuan’ Sang Maha sebagai karya masterpiece-Nya. Karena itu, selayaknyalah dijaga ibarat bagian dari diri-Nya! Luar biasa kasih-Nya!

Setiap karya masterpiece senantiasa mencerminkan keagungan sang maestro pelukisnya. Ingat Monalisa, ingat LdV. Monalisa tak dapat lagi dipisahkan dengan sang maestro. Bedanya dengan manusia adalah justru sebaliknya! Sang Maetro-lah tak dapat lagi memisahkan diri-Nya dengan hasil karya-Nya!

’Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku;’ (Yesaya 49:16) ’See, I have inscribed you on the palms of My hands;’ (versi bahasa Inggris NKJV, terjemahan bebas: ‘Lihat, Aku telah melukis enkau di telapak tangan-Ku;’)

Ups! Allah melukis! Menulis. Mungkin lebih afdol merajah alias mentato Saudara dan saya di telapak tangan-Nya. Wow wow wow! Allah ada tato. Allah punya tato. Dan gambar tato itu adalah Saudara dan saya! Mengapa harus tato? Mengapa orang punya tato? Gambar apa yang umumnya di tato tersebut? Selanjutnya, mengapa justru gambar kita yang ada di telapak tangan Tuhan? Apa artinya ini bagi Sahabat?

Ups! Allah melukis! Menulis.

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Image by PublicDomainPictures from Pixabay

Comments

comments