Doa

Viewed : 1,502 views

RENUNGAN
Efesus 3:20
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita

Apa isi doa kita setiap hari?
Apa yang kita doakan?

Umumnya doa kita berhubungan dengan apa yang kita perlu. Kita mendoakan kebutuhan dan rencana-rencana serta cita-cita besar kita. Doa kita kebanyakan seputar diri kita atau orang-orang yang kita kenal saja. Tentu ini tidak salah.

Tuhan melakukan jauh lebih besar dan lebih banyak dari pada apa yang kita doakan. Bayangkan saja jika Tuhan menjawab dan memberi persis sebatas apa yang kita doakan saja… apa jadinya? Mungkin kering dan terasa jenuh juga perasaan kita.

Kitapun sebetulnya tidak memahami apa sesungguhnya yang terbaik bagi kita. Belum tentu cocok apa yang kita doakan itulah yang terbaik bagi kita. Sebab itu sering muncul kata-kata dalam doa kita jadilah kehendak-Mu.

Pernah ketika masih SD dulu saya ingin memiliki baju yang sangat menarik bagi saya. Namun ibu tidak ijinkan. Dia bilang baju itu gampang melar dan tidak nyaman dipakai.

Karena tidak dikabulkan, saya coba berusaha kumpulkan sisa uang jajan yang diberikan ayah setiap hari pekan (hari Kamis). Ketika uang sudah cukup, diam-diam saya beli baju itu.

Waktu dipakai pertama kalinya, saya merasa senang. Tapi ternyata tidak hanya gampang melar, baju itu terasa panas memakainya. Saat bermain dengan teman-teman, kami tarik-tarikan dan baju itu sobek lebar di bagian punggung dari atas sampai bawah. Memang kainnya tidak kuat. Saya jadi tertawaan dan objek hiburan kawan-kawan. Mereka tidak paham hancurnya hati saya yang berkorban dari uang jajan pemberian ayah. Ya… saya sedih dan mau nangis rasanya… itulah upah tidak taat kepada apa kata ibu.

Kita bersyukur sebab Tuhan baik. Dia akan senantiasa memberi jauh lebih baik, lebih besar dan lebih berkualitas dibandingkan dengan apa yang kita pikirkan dan ketahui.

Baik jugalah kita bertanya kepada diri sendiri, “Sejauh mana saya mampu memikirkan dan menentukan hidup saya?”

Bila kita resapi pertanyaan ini, kita akan menyadari betapa butuhnya dan betapa pentingnya kita datang berserah kepada Allah, dan sungguh yakin bahwa Tuhan lebih tahu tentang kita, sehingga di tengah-tengah perjuangan hidup dalam seluruh tanggung jawab serta aktifitas rutin, kita akan lebih tenang dan damai, sebab kita sadar betul bahwa Tuhan akan selalu berbuat lebih dan lebih serta lebih dari kemampuan alami manusia kita. Kitapun tidak akan mengukur kasih-Nya dengan keadaan-keadaan kita saat ini atau saat-saat tertentu saja.

Semua rangkaian hidup kita… susah atau senang, akan kita pandang sebagai satu rajutan dan rangkaian indah sebagai panggilan mulia Allah atas hidup kita masing-masing. Itulah yang akan diberikan dan digenapi Allah melebihi segala doa dan pikiran kita. Mampukah kita melihatnya?

Para sahabat,
Selamat bekerja…
Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments